PENTING, Cek Mitos dan Fakta Seputar Sakit Maag

Maag digambarkan dengan gejala seperti nyeri/rasa terbakar pada ulu hati, “begah” atau ketidaknyamanan setelah makan,maupun cepat kenyang

Tayang:

Nah, cara mengetahui kalau sobat terkena sakit maag ini tentu saja yang pertama dengan melihat gejala yang sobat alami!

Kenalilah gejala penyakit ini sejak dini, supaya sobat bisa mengenalinya dan segera membawa diri sobat ke tenaga medis yang ahli dalam bidangnya.

Kemudian, nanti bisa dilakukan nih seperti pemeriksaan radiologi ataupun pemeriksaan endoskopi untuk melihat ke dalam saluran pencernaan anda.

Pemeriksaan darah seperti gula darah dan lain-lain yang tentu saja dapat membantu dalam mendiagnosis penyebab utama dari maag ini, sehingga anda bisa diterapi sesuai penyebabnya!

Lalu pengobatannya bagaimana ya?

Nah, jika anda sudah terdiagnosis dengan penyakit maag, obat yang dapat diberikan antara lain antasida, obat antisekresi asam, prokinetik dan sitoprotektan.

Diantara semua obat tersebut, hanya obat antasida yang dapat dibeli tanpa memerlukan resep serta dapat dengan cepat meredakan gejala maag loh sobat, karena antasida bekerja dengan menetralisir asam di dalam lambung.

Sedangkan golongan obat lainnya termasuk dalam golongan obat keras dan diperlukan resep dokter. Nah setelah akan dievaluasi nih sob apakah dengan perubahan gaya hidup dan pemberian obat-obatan cukup untuk mengurangi gejala.

Apabila belum, mungkin diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebab sesungguhnya, misalnya ada/tidaknya infeksi H. pylori maupun adanya lesi pada organ pencernaan.

Nah sekarang, bagaimana dengan pencegahannya nih?

Pencegahannya ternyata mudah loh sob, karena berhubungan dengan perubahan gaya hidup aja kok. Kiat-kiat mencegah dispepsia misalnya:

• Hindari mengunyah dengan mulut terbuka maupun berbicara sambil mengunyah. Hindari juga makan dengan cepat. Hal ini dapat menyebabkan sobat menelan udara, sehingga dapat memperparah gejala.

• Kunyah makanan secara lengkap dan makan dengan pelan.

• Hindari makanan tinggi asam, pedas dan berminyak, serta minuman beralkohol dan berkafein.

• Bila sedang mengkonsumsi obat anti nyeri non-steroid, hindari diminum saat perut kosong.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved