Alexius Akim: Pemilih Cerdas Hasilkan Pemimpin Berkualitas

mampu merawat keberagaman dimanapun dia berada serta mampu mengukuhkan Solidaritas diantara sesama masyarakat yang dipimpinnya

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Alexius Akim
Ketua DPW PSI Kalbar, Dr. Alexius Akim, M.M 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Ketua DPW PSI Kalbar, DR. Alexius Akim, M.M mengatakan jika pemilih yang cerdas, akan menghasilkan pemimpin berkualitas.

Hal tersebut diungkapkannya menyusul Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Indonesia, dan secara khusus untuk 7 (Tujuh) Kabupaten di Kalimantan Barat bakal segera terlaksana.

Seperti diketahui, tujuan pilkada ialah untuk mendapatkan seorang pemimpin tertinggi (Top Leader) yang diharapkan mampu untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik, yang berkemajuan sehingga mempunyai dampak positif terhadap perbaikan kehidupan masyarakat/rakyat yang dipimpinnya. 

Sambangi DPW PSI Kalbar, Rupinus Disambut Hangat Oleh Alexius Akim

"Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberi pembangunan secara utuh kepada daerahnya, mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakatnya, mampu memberikan pemikiran-pemikiran yang berkemajuan (ide dan gagasan yang cerdas) untuk membangun daerahnya," kata Alezius Akim, sesuai rilis tertulis diterima Tribunpontianak, Senin (24/8/2020) .

"Untuk mendapatkan seorang pemimpin yang seperti ini sebetulnya tidak sulit sejauh cara mendapatkannya dilakukan dengan cara terhormat, berkeadaban atau yang lebih dikenal dengan cara berintegritas," tambah Alexius Akim.

Alexius Akim memaparkan jika John Maxwell mengatakan, bahwa dari semua kualitas kepemimpinan yang ada, maka integritas adalah yang terpenting, pendapat ini dipertegas lagi oleh seorang ahli kepemimpinan yang bernama Werren Bennis yang menyatakan bahwa integritas adalah fondasi untuk membangun rasa percaya (trust). 

BEM Fisip Untan Gelar FGD Bahas Tentang Pilkada Serentak di Kalbar

Dari dua pendapat ahli itu, kata dia, sebagai masyarakat yang mempunyai hak pilih tentunya menginginkan kriteria seorang pemimpin ideal yang memiliki integritas. 

"Kita sebagai masyarakat dan memiliki hak pilih tidak perlu cemas apalagi ragu terhadap memilih calon pemimpin, kenali betul-betul kandidat atau para calon kepala daerah kita yang akan bertarung," paparnya.

Pertama, lanjut Akim, kandidat harus mengenal betul daerah yang akan dipimpinnya yaitu berupa aspek geografi, meliputi aspek ekonomi, aspek topologi, aspek biotik (yang berkaitan dengan flora, fauna dan kajian penduduk), aspek non-biotik (pertanahan, unsur-unsur iklim, unsur air/lautan termasuk dengan yang terkandung di dalamnya), aspek sosial (meliputi hasil aktivitas hubungan manusia dengan alam sekitarnya), aspek budaya (sistem nilai yang merupakan hasil cipta, rasa dan kemauan (karsa) yang menumbuhkan gagasan dalam kehidupan, dan aspek politik.

Kedua, lihat dan pahami visi dan misinya sebagai seorang pemimpin, dan yang ketiga ialah track record yang bersangkutan saat  menjadi pemimpin atau selama yang bersangkutan hidup berdampingan ditengah-tengah masyarakatnya. 

"Masyarakat juga harus menyadari bahwa yang merusak sistem demokrasi kita tidak berjalan sebagaimana mestinya  adalah karena menggunakan sistem politik uang serta politik identitas. Tidak bisa dipungkiri memang bahwa uang itu perlu, tapi tidak menciptakan pembodohan politik kepada masyarakat," tambah Alexius Akim.

"Jangan karena diberi uang oleh kandidat yang tidak mumpuni sebetulnya untuk jadi pemimpin tapi karena sudah memberi uang lantas mengabaikan pilihan kepada orang yang mempunyai kemampuan serta berintegritas, hal ini sangat-sangat merugikan masyarakat itu sendiri dikemudian hari," timpal mantan Kadisdikbud Kalbar ini.

Begitu pula dengan Politik Identitas, hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila danUUD 1945, sudah semestinya kita menempatkan diri sebagai warga negara yang baik, yang menempatkan keberadaan kita diatas nilai-nilai kepribadian bangsa.

"Jangan rusak demokrasi kita hanya dikarenakan kita berbeda suku, agama dan ras, tetapi mari kita rawat perbedaan dan keragaman itu untuk dijadikan sumber kekuatan kita menata kehidupan yang lebih baik lagi ke depan," jelasnya.

Partai Solidaritas Indonesia, secara khusus Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Kalimantan Barat, kata Akim, dalam rangka melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah serentak di 7 (tujuh) Kabupaten tetap berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon yang memenuhi DNA Partai Solidaritas Indonesia, yaitu Anti Korupsi dan Anti Intoleransi 

Serta memenuhi Trilogi Perjuangan Partai Solidaritas Indonesia, yaitu kandidat yang selalu menebarkan kebajikan di masyarakat, mampu merawat keberagaman dimanapun dia berada serta mampu mengukuhkan Solidaritas diantara sesama masyarakat yang dipimpinnya.  (*)
 

Update berita pilihan

tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved