Guru dan Murid Positif Covid-19, DPRD Minta Pemkot Pontianak Tunda Rencana Pembelajaran Tatap Muka
Kami berharap dinas pendidikan kerja sama dengan dinas kesehatan tes semua guru di Pontianak
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak, Mujiono menilai adanya penambahan kasus konfirmasi baru dari kalangan pengajar dan siswa di Kota Pontianak harus dijadikan pertimbangan untuk menunda dimulai proses pembelajaran tatap muka di sekolah.
"Ada SOP yang harus dipenuhi untuk memulai prosea belajar tatap muka, salah satunya zona hijau, kemudian sekarang ada penambahan kasus positif tentu itu juga jadi pertimbangan," ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Pontianak, Senin (10/8/2020)
• Permohonan Maaf Gubernur Sutarmidji Tunda Sekolah Tatap Muka Kalbar
Ia menerangkan bahwa pihaknya dari komisi empat meminta pemerintah Kota Pontianak agar tak gegabah dalam membuat kebijakan pemberlakuan pembelajaran tatap muka di sekolah.
Setelah Pemerintah melakukan swab secara acak dan ditemukan adanya penambahan kasus baru dari kluster pendidikan, itu berarti ada potensi penularan yang bisa terjadi baik dari guru maupun murid.
"Kami berharap dinas pendidikan kerja sama dengan dinas kesehatan tes semua guru di Pontianak. Awalnya kita anggap aman, tapi ternyata setelah diswab ada yang positif," ujar Mujono.
Jika memang proses belajar secara tatap muka dilakukan, pihaknya meminta semua guru dites, baru nanti ketika akan dibuka baru rapid test seluruh siswa.
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut: