Wabup Sanggau Minta Guru Tak Menolak Penugasan Ke Pelosok

Menurutnya suatu tanggung jawab yang harus dijalani oleh para guru untuk menjalani tugasnya, meski ditugaskan ke tempat yang sangat terpencil bahkan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SEPTI DWISABRINA
SERAHKAN - Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot saat menyerahkan kue ulang tahun kepada Pimpinan Redaksi Tribun Pontianak, Safruddin di hari jadi ke-12 media kebanggaan masyarakat Kalbar, di Kantor Tribun Pontianak, Sabtu (1/8/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot menyampaikan bahwa para guru yang ditugaskan ke pelosok atau tempat terpencil harus terima dengan ikhlas.

Menurutnya suatu tanggung jawab yang harus dijalani oleh para guru untuk menjalani tugasnya, meski ditugaskan ke tempat yang sangat terpencil bahkan yang masih hutan.

"Kita berharap tidak lagi mereka memandang bahwa penugasan itu di daerah terpencil, tetapi ini memang panggilan, tidak boleh menolak apabila ditugaskan," ujarnya, saat berbincang dengan Pemred Tribun Pontianak, Safruddin di podcast di HUT ke 12 Tribun Pontianak dengan tema "Satu Desa, Satu Paud", Sabtu (1/8/2020).

Ia mengatakan untuk Tenaga Pendidik (Tendik) PAUD di Kabupaten Sanggau yang telah ditugaskan di beberapa pelosok masih dalam standar.

Dalam artian masih terdapat lulusan sarjana belum sesuai jurusan, sedikit katanya Tendik yanh sesuai dengan jurusan. Dan bahkan diungkapkannya masih adanya Tendik yang hanya lulusan SMA.

Hingga kedepan Pemkab Sanggau akan lebih fokus pada lulusan sarjana yang khusus memang dibidangnya masing-masing untuk menjadi Tenaga Pendidik bagi pendidikan anak usia dini (PAUD).

Hal itu dikatakannya agar masa depan anak-anak yang ada di pedesaan bisa terarah dengan lebih baik.

Hari Kedua Idul Adha, Sebanyak 2761 Hewan di Kurbankan di Pontianak

Kendati demikian, diakui Wabup Sanggau diperlukannya melibatkan semua pihak untuk mengontrol pola prilaku kebiasaan usia dini agar tak terjerumus kearah yang negatif.

"Saya kira tidak bisa di harapkan 100 persen di sekolah, pasti melalui orang tuanya, pemerihtah, sisi keagaamaan para alim ulama dan pastor agar memberikan pendidikan karakter bagi anak," jelasnya.

“Selain disekolah, tapi juga dirumah atau melalui orang tuanya," lanjutnya.

Terkhusus ditengah pandemi ini, ditegaskannya bahwa di Sanggau masih belum diizinkan kepada sekolah untuk melaksanakan belajar tatap muka. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved