Breaking News:

Hari Kedua Idul Adha, Sebanyak 2761 Hewan di Kurbankan di Pontianak

Untuk sementara, ia mengatakan terjadi penurunan sekirA persen dari tahun sebelumnya, dimana pada Tahun 2019 terdapat 1309 ekor sapi, 1613 ekor

Tribunpontianak.co.id/Ferryanto
Endang Sayeti kepala Bidang Peternakan, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Pontianak saat mengecek hewan kurban yang di potong di Mapolresta Pontianak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Endang Sayeti kepala Bidang Peternakan, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Pontianak menyampaikan, hingga hari ke 2 Idul Adha 1441 Hijriah, sebanyak 1171 Sapi, 1585 Kambing dan 5 ekor domba telah di potong untuk di kurbankan, angka tersebut di katakannya masih bisa bertambah mengingat masih terdapat warga yang belum memotong hewan kurbannya.

Untuk sementara, ia mengatakan terjadi penurunan sekirA persen dari tahun sebelumnya, dimana pada Tahun 2019 terdapat 1309 ekor sapi, 1613 ekor kambing dan 18 ekor domba yang di potong.

"Ini baru Sementara, karena data masuk itu masih fluktuatif," ujarnya saat di konfirmasi Tribun Pontianak. Sabtu (1/8/2020).

Endang memastikan bahwa semua hewan yang di kurbankan di Kota Pontianak sudah di lakukan pemeriksaan secara seksama oleh pihaknya secara ketat, dengan melakukan pemeriksaan Antemortem dan Posmortem.

"Sehari sebelum di kurbankan, kita melakukan pemeriksaan waktu hidupnya, jadi dari situ kita bisa tau ada penyakit menular atau tidak," katanya.

Hewan dengan penyakit menular antraks dan PMK (penyakit mulut dan kuku) tidak diperkenankan untuk di sembelih dan dikurbankan, karena penyakit tersebut dapat menular ke manusia.

"Alhamdulillah sampai saat ini di Pontianak tidak ada PMK dan Antraks, kemudian setelah dipotong maka kita akan periksa lagi bagian dalamnya," tuturnya.

Pencairan Gaji 13 Sebelum Pertengahan Agustus 2020 Bisa Lebih Cepat | Tunggu Tandatangan Jokowi

Pada pemeriksaan dalam tubuh hewan kurban setelah dipotong, pihaknya melakukan pengecekan terhadap Hati, Paru - Paru dan sejumlah bagian tengah tubuh lain..

"Kalau ada cacing di hatinya, dagingnya tidak masalah di konsumsi, hanya hatinya yang terinfeksi tidak boleh di konsumsi, dengan membuang bagian hati yang terinfeksi maka hatinya boleh di makan, tetapi, kalau infeksinya banyak, maka hatinya di buang semua," jelasnya. (*)

Penulis: Ferryanto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved