Breaking News:

Bupati Muda Seriusi Penyebaran Covid-19, Libatkan Siswa Jadi Duta New Normal

"Ini penularannya antarwilayah, jadi pasien bisa saja terjangkit di mana saja. Kebetulan yang bersangkutan berdiam di Kubu Raya," ungkap Muda

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MUZAMMILUL ABRORI
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan saat menjadi narasumber diacara Triponcast, yang berada di Kantor Tribun Pontianak, pada Selasa (21/7/2020).   

Laporan Wartawan Tribun, Dwi

PONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menanggapi serius adanya penambahan warga yang terinfeksi Covid-19.

"Ini penularannya antarwilayah, jadi pasien bisa saja terjangkit di mana saja. Kebetulan yang bersangkutan berdiam di Kubu Raya," ungkap Muda Mahendrawan, Sabtu (1/8/2020).

Dia mengatakan, kampanye pembatasan sosial dalam berbagai kegiatan masih terus dilakukan. Di jajaran pemerintahan pun aktivitas yang memerlukan pertemuan fisik telah dibatasi.

KRITIK Keras Gubernur Sutarmidji Soal Ketidakseriusan Pemkab Kubu Raya Cegah Penyebaran Covid-19

Sutarmidji Umumkan Total 25 Kasus Covid-19 Semua di Kubu Raya & Peringatan KKR Bisa Jadi Zona Merah

Protokol kesehatan, kata dia, selalu diterapkan dan dikampanyekan di masyarakat. Bahkan, Kabupaten ini juga melibatkan anak-anak usia sekolah sebagai duta New Normal, yang menjadi agen kampanye di masyarakat.

Berbagai upaya telah dilakukan, kata Muda. Jika masih terdapat warga yang terkena Covid-19, maka tidak mustahil masih banyak warga yang tidak mengindahkan prosedur kesehatan kebiasaan baru.

Seperti halnya Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, Muda menyatakan kegusaran yang sama dengan temuan baru ini. Terlebih, adanya pekerja dari luar Kalbar yang terkena Covid-19.

"Untuk pekerja dari luar kota, saya akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja serta Dinas Pekerjaan Umum, agar kontraktor yang akan membawa pekerja dari luar baik melalui kapal atau pesawat untuk melaporkan diri," tegasnya.

Temuan kasus warga Kubu Raya ini, ujar Muda, harus menjadi perhatian semua warga Kubu Raya agar tidak meremehkan kasus Covid-19. "Mencegah lebih baik daripada mengobati, ayo lebih waspada," pungkasnya.

Penulis: Didit Widodo
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved