Pernah Diarak Kepergok Asusila, Modus Predator Fetish Kain Jarik Incar Mahasiswa Baru dan Biseksual

Sosok G cukup terbuka soal orientasi seksualnya sebagai biseksual. Hal itu, kata Adnan diungkapkan G lewat media sosial.

Editor: Rizky Zulham
Twitter @m_fikris
Viral di media sosial unggahan fetish kain jarik yang dilakukan mahasiswa PTN di Surabaya 

"Kalau ada maba yang dianggap menarik diincar sama dia dicari Instagramnya ngajak follow back terus dm minta nomor Whatsapp," beber Adnan Guntur.

Saat akan melakukan eksekusi, G selalu menggunakan modus yang sama yakni meminta calon korban membantunya untuk melakukan fetish jarik berkedok riset.

Dikenal cukup terbuka soal biseksual

Menurut Adnan, sosok G cukup terbuka soal orientasi seksualnya sebagai biseksual. Hal itu, kata Adnan diungkapkan G lewat media sosial.

"Dan yang saya ketahui di media sosialnya dia lagi getol-getolnya menyuarakan LGBT. Di Instagram pun dia menuliskan sebagai biseksual yang bangga," beber Adnan Guntur.

Adanya hal tersebut, lanjut Adnan, membuat G kerap tak dilibatkan menjadi panitia di kegiatan yang melibatkan mahasiswa baru.

"Sejauh ini memang sebenarnya mahasiswa sendiri sudah menindaklanjuti. Di beberapa kepanitian untuk acara yang melibatkan maba dia tidak diikutsertakan," tegas Adnan Guntur.

Reaksi Unair

Humas Unair Pulung Siswantoro memberikan rilis resmi yang ditulis Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof Diah Ariani Arimbi.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (30/7/2020), pihak FIB mengaku belum mendapat laporan terkait adanya tindak pidana pelecehan seksual tersebut.

Dekan FIB Prof Diah Ariani Arimbi dalam pernyataan resminya berjanji akan segera merespons informasi tersebut.

Pihaknya juga memastikan bahwa segala tindakan civitas akademika yang bertentangan dengan etika berperilaku di kampus dan peraturan perundangan lainnya akan mendapatkan sanksi sebagaimana seharusnya.

"Terkait alasan yang bersangkutan melakukan dugaan tindakan pelecehan seksual dengan alasan penelitian, maka dengan ini Fakultas Ilmu Budaya memastikan bahwa penelitian di Fakultas Ilmu Budaya tidak pernah ada yang mengarah pada pelecehan seksual atau praktik-praktik yang merendahkan martabat kemanusiaan," tulis salah satu poin di keterangan resmi tersebut.

Dalam rilis tersebut, dijelaskan FIB telah berusaha menghubungi diduga pelaku (mahasiswa yang bersangkutan) untuk mengonfirmasi hal yang beredar di medsos itu.

Akan tetapi hingga pernyataan resmi disampaikan, yang bersangkutan belum dapat dihubungi.

Halaman
123
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved