Gubernur Sutarmidji Minta Sekolah Tidak Paksakan Gelar Belajar Secara Tatap Muka

Menurutnya apabila yang berada di wilayah zona hijau ingin melaksanakan belajar tatap muka tentu harus tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MUHAMMAD ROKIB
WAWANCARA - Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji saat diwawancara usai Salat Idul Adha di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Jumat (31/7/2020). 

"376 orang terdiri siswa kelas dua belas dan guru beserta Staf, 318 orang siswa, guru dan TU itu 58 orang," ungkap Sisilia.

Sisilia berharap semua hasil pemeriksan swab ini nantinya negatif agar sekolah bisa melaksanakan pemmbelajaran tatap muka sesuai yang diharapkan pemerintah.

"Harapan kita semuanya hasilnya negatif, agar nanti kita bisa melaksanakan apa yang diharapkan oleh pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara bertahap," kata Sisilia.

Terkait penyediaan fasilitas sesuai protokol kesehatan, Sisilia menyampaikan pihak sekolah pasti berupaya menyediakan apa yang diminta.

"Kita nanti akan menyiapkan seperti apa yang diminta sesuai dengan pencegahan COVID-19, nanti kita akan menyiapkan tempat cuci tangan dengan air mengalir, dan untuk pembagian kelas nanti kita akan sesuaikan kondisinya memungkinkan itu akan mengadakan satu kelas dibagi dua, kita akan buat jadwal," tutupnya.

Dinkes Sekadau Gelar Swab Test di Sekolah Jelang Pelaksanaan Belajar Secara Tatap Muka

Ditempat terpisah, Wakil Bupati Sekadau Aloysius, meninjau pelaksanaan swab test untuk tenaga pendidik, staf sekolah dan siswa di SMA Negeri 1 Sekadau Hilir, Selasa (28/7/2020).

Pada peninjauan itu, Wakil Bupati Sekadau didampingi Kepala Dinas Pendidikan Losianus, Plt.Kepala Dinas Kesehatan Henry Alpius, dan Direktur RSUD Sekadau Dr. I Ketut Widhiartha.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sekadau, Henry Alpius mengatakan pelaksanaan swab tes dilakukan untuk dua sekolah di kabupaten Sekadau, yakni SMA Negeri 1 Sekadau Hilir dan SMP Negeri 1 Sekadau Hilir.

Diketahui swab test dilaksanakan dalam rangka persiapan rencana pembukaan tatap muka disekolah serta himbauan Pemerintah yang disampaikan oleh Wakil Bupati Sekadau untuk melaksanakan Protokol Kesehatan di Sekolah.

"Sebanyak 650 guru dan murid langsung kita swab dan rapid test untuk menjamin wacana membuka sekolah bagi guru dan tenaga pendukung serta siswa di sekolah,” ujar Henry Alpius, Selasa (28/7) saat pelaksanaan Swab Test di SMA Negeri 1 Sekadau.

Henry mengatakan, pihaknya mulai melaksanakan swab test pada Senin (27/7) di SMP Negeri 1 dan pada hari ini dilanjutkan di SMA Negeri 1 Sekadau.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjaga Kabupaten Sekadau dalam zona hijau.

Sudah satu bulan lebih sudah melaksanakan tracing dan kontak kasus kita ternyata tidak ada, itu yang kita pertahankan,” jelasnya.

“ Jadi kita akan melakukan pelatihan petugas di sekolah untuk mengawasi dan menerapkan protokol kesehatan di sekolah.

Tapi kita akan menunggu keputusan gubernur,” pungkasnya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved