Angin Kencang Hantam Permukiman Warga, Kasim Panik Dekap Anak-Istri
Mulai besok kita akan membantu seng dulu, ada juga kayu kasau untuk beberapa bangunan yang roboh,
"Dan untuk keadaan seperti ini (pandemi Covid-19) belum dilakukan kegiatan belajar mengajar secara langsung tatap muka. Jadi kami sesegera mungkin akan mencari solusi, agar setelah nanti ada keputusan untuk belajar tatap muka langsung sudah ada solusi," katanya.
Kapolsek Pontianak Barat AKP Eko Mardianto menyampaikan bahwa di wilayah Kecamatan Pontianak Barat terdata 101 unit rumah mengalami rusak berat, 153 unit rumah rusak sedang dan 249 unit rusak ringan. Total di Pontianak Barat sebanyak 503 unit rumah.
Sedangkan Kapolsek Pontianak Utara AKP Hery Purnomo menyampaikan di wilayahnya ada 348 bangunan yang terdampak. Rinciannya 50 unit rumah rusak ringan, 193 rumah rusak sedang dan 98 rumah rusak berat, ditambah pula 3 sekolah dan 4 rumah ibadah yang terdampak.
Ia mengungkapkan bahwa pada musibah ini pihaknya belum menemukan adanya korban jiwa. Namun sudah terkonfirmasi ada warga yang mengalami luka-luka akibat tertimpa material rumah yang roboh, akibat terjangan puting beliung.
Selain memporak-porandakan permukiman warga, terjangan angin puting beliung juga memutuskan aliran listrik di Kelurahan Batu Layang. Sejumlah tiang listrik tumbang. Kabel-kabel pun putus akibat tertimpa pohon yang tumbang diterpa angin.
Oleh sebab itu, AKP Hery mengimbau kepada warga masyarakat untuk bersabar. Karena hingga kini petugas dari PLN sedang berusaha keras untuk memulihkan aliran listrik.
Danramil Pontianak Utara, Kapten Infantri Supanggih, menyampaikan bahwa untuk membantu warga masyarakat yang menjadi korban angin puting beliung, personel TNI dari berbagai kesatuan telah diturunkan.
Bantuan Material
Berbeda dengan kepolisian, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan data baru ada 300 unit rumah di Kota Pontianak yang terdampak angin kencang di dua kecamatan tersebut.
Edi Kamtono mengatakan pemerintah kota Pontianak melalui dinas terkait akan mengirimkan bantuan material berupa seng dan kayu bagi rumah-rumah yang mengalai kerusakan.
"Mulai besok kita akan membantu seng dulu, ada juga kayu kasau untuk beberapa bangunan yang roboh," ujarnya saat ditemui awak media ketika meninjau korban di wilayah Kecamatan Pontianak Barat, Sabtu.
Pada kesempatan ini, Edi mengapresiasi warga yang sudah melakukan perbaikan rumah secara mandiri dan swadaya. Dari peninjauan ke lokasi, Edi menilai, banyak warga yang masih trauma, oleh sebab itu ia akan meminta petuga kesehatan dari Puskesmas untuk proaktif melakukan pengecekan warganya.
"Untuk kesehatan warga yang ada disini kita akan jaga, saya akan minta RT,RW dan petugas puskesmas untuk melihat kondisi warganya, kan ada yang masih trauma juga," katanya.
Terkait banguan sekolah yang turut terdampak, pihaknya masih akan melakukan pendataan terlebih dahulu, apakah material yang ada perlu diganti baru atau masih ada yang bisa digunakan.
Edi pun mengimbau agar warga masyarakat kota Pontianak tetap waspada, mengingat BMKG telah merilis bahwa hingga tanggal 24 Juli 2020 Kalbar masih akan di terpa cuaca ekstrem.
"Wilayah Pontianak barat dan Utara yang diterpa angin puting beliung ini baru kali ini terjadi, dan ini bukan jalurnya, untuk itu saya minta warga waspada, karena ini juga bisa menimpa walayah lain. Perkuat bangunan, kalau hujan jangan berteduh dibawah pohon, hindari bangunan yang ada gejala roboh," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/angin-puting-beliung-pontianak-ahsdx.jpg)