Kolaborasi Pemerintah, Dunia Industri dan Pendidikan, HPI Palm Oil Unit Sosialisasi Drone Mapping

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat tersebut menghadirkan Fatjrin, GIS Photo udara HPI Palm Oil.

Tayang:
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Barat tersebut menghadirkan Fatjrin, GIS Photo udara HPI Palm Oil Unit sebagai narasumber khusus pada materi drone mapping. 

Ringkasan Berita:
  • Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Barat tersebut menghadirkan Fatjrin, GIS Photo udara HPI Palm Oil Unit sebagai narasumber khusus pada materi drone mapping. Kehadiran dunia industri di lingkungan sekolah.
  • Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 8, Mulyo Sugiarto S.Pd dan turut dihadiri CSR Area HPI Palm Oil Unit, Ferry Budi Rakhmad.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Suasana ruang kelas di SMK Negeri 8 Pontianak tampak berbeda dari biasanya. 

Puluhan siswa jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan terlihat antusias memperhatikan materi yang ditampilkan di depan kelas. 

Bukan sekadar pelajaran teori biasa, kali ini mereka diajak mengenal lebih dekat teknologi pemetaan modern melalui kegiatan sosialisasi juru ukur menggunakan theodolite dan drone mapping.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Barat tersebut menghadirkan Fatjrin, GIS Photo udara HPI Palm Oil Unit sebagai narasumber khusus pada materi drone mapping.

Kehadiran dunia industri di lingkungan sekolah menjadi pengalaman yang diharapkan membuka wawasan siswa mengenai perkembangan teknologi yang kini banyak digunakan di lapangan kerja.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 8, Mulyo Sugiarto S.Pd dan turut dihadiri CSR Area HPI Palm Oil Unit, Ferry Budi Rakhmad.

Di balik terselenggaranya kegiatan ini, terdapat peran Ir. Lazpriani, ST selaku Kepala Program Keahlian yang juga bertindak sebagai ketua panitia kegiatan.

Menurut Lazpriani, kegiatan tersebut menjadi langkah penting agar siswa tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga mengenal teknologi yang digunakan di dunia kerja saat ini.

“Kami berharap siswa bisa mengikuti perkembangan teknologi, menjadi tenaga ahli dalam penggunaan drone, serta mampu menjadi tenaga kerja yang sesuai dengan bidang keahliannya,” ujarnya.

Pada sesi drone mapping, Fatjrin memperkenalkan berbagai hal mendasar terkait drone. Mulai dari jenis-jenis drone, komponen utama, fungsi drone, hingga pemanfaatannya dalam pemetaan dan pengambilan foto udara lahan.

Baca juga: Kejaksaan Negeri Pontianak Musnahkan Pistol Rakitan dan 4000 Rokok ilegal

Dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, Fatjrin menjelaskan bagaimana drone kini menjadi salah satu alat penting dalam berbagai sektor pekerjaan. Tidak hanya di bidang perkebunan, tetapi juga konstruksi, pengembangan kawasan, hingga perencanaan perumahan.

Di hadapan para siswa, ia juga menjelaskan bagaimana teknologi drone mapping mampu membantu proses pengumpulan data lapangan menjadi lebih cepat dan akurat dibanding metode konvensional.

“Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan penggunaan drone mapping untuk pemotretan udara lahan yang nantinya dapat diaplikasikan dalam bidang konstruksi dan perumahan,” jelasnya.

Selain materi drone mapping, peserta juga mendapatkan pengenalan penggunaan alat ukur theodolite yang umum digunakan dalam kegiatan pengukuran lapangan. Para siswa tampak aktif bertanya mengenai cara kerja alat, proses pemetaan, hingga peluang kerja di bidang GIS dan survey pemetaan.

Bagi sebagian siswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama melihat secara langsung bagaimana teknologi drone digunakan dalam dunia kerja profesional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved