Angin Kencang Hantam Permukiman Warga, Kasim Panik Dekap Anak-Istri

Mulai besok kita akan membantu seng dulu, ada juga kayu kasau untuk beberapa bangunan yang roboh,

Tayang:
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Syarif Kasim, warga Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak yang rumahnya roboh diterpa angin kencang, Sabtu (18/7/2020). 

Saat ini ferry bersama kedua orangtuanya, istri dan bayinya, memilih untuk tetap bertahan di rumah. "Sekarang masih dirumah lah dulu, kebetulan atap di bagian dapur tidak kena angin dan nunggu besok pagi baru diperbaiki," ujarnya.

Gendong Nenek
Selain memporak-porandakan ratusan rumah warga dan mencabut puluhan pohon dari tanah, angin kencang yang menerjang Pontianak juga membuat sejumlah warga terluka. Warga terluka akibat tertimpa meterial rumah yang roboh.

Satu di antara korban luka yakni Arim (22), warga kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara. Ia mengalami luka memar dan lecet di tangan, khaki, dan badannya akibat tertimpa batako rumahnya yang roboh saat angin menerjang.

Selain dirinya, sang nenek bernama Halijah (80) pun turut mengalami luka ringan. Arim menceritakan saat kejadian, ia hanya berdua dengan sang nenek di rumah. Saat itu waktu menunjukkan sekita 17.40 WIB, tiba-tiba cuaca hujan deras disertai angin.

"Saya itu lagi baring di kamar, pas itu hujan, tiba-tiba angin kuat lalu atap itu bunyi, tidak lama langsung atap terbang," ujarnya.

Melihat atap rumahnya terbang secara langsung, ia pun kaget bukan kepalang. Kendati demikian di tengah kondisi gemuruh guntur dan hujan angin yang menerpa, ia masih sempat berfikir jernih.

Ia langsung menuju kamar sang nenek dan menggendongnya untuk berusaha dibawa keluar rumah.

Namun sayang, saat ia berusaha keluar dari rumahnya, dinding rumahnya yang terbuat dari batako roboh dan menimpanya yang saat itu tengah menggendong sang nenek.

"Pas saya gendong nenek, batako sebalah kiri roboh, timpa saya. Jadi saya jatuh, dan nenek pun jatuh dari gendongan," katanya.

Beruntung, walapun tertimpa batako rumah, ia dan nenek hanya mengalami luka ringan dan keduanya selamat.

Kerusakan juga terjadi pada bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 42 Pontianak Utara yang berlokasi di Kelurahan Batu Layang. Atap bangunan serta rangka atap sekolah berbentuk leter L tersebut tercabut dari bangunan utama dan terbang entah ke mana.

Kepala SDN 42 Pontianak Utara Ngatini MPd mengaku sangat prihatin atas bencana yang menimpa sekolah yang dipimpinnya itu.

Hingga kemarin ia belum bisa memastikan berapa persen kerusakan pada sekolah tersebut karena petugas gabungan masih melakukan proses pembersihan puing-puing bangunan.

Kerusakan ini menurutnya, sudah pastinya mengganggu jalannya proses kegiatan sekolah, walapun saat ini belum dilakukan pembelajaran secara tatap muka. Ia mengatakan pendaftaran siswa baru mengungkapkan sudah selesai seluruhnya.

Direncanakan pada Selasa pekan depan ia akan melakukan pertemuan dengan orangtua murid untuk membahas kegiatan belajar mengajar di era new normal. Namun dikarenakan rusaknya bangunan sekolah, maka pihaknya akan menjadwal ulang pertemuan tersebut.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved