Ancam Keselamatan Jiwa hingga Jaringan Listrik, Sultan Imbau Warga Stop Main Layangan

Dia berharap tidak ada permainan laya gan ini di sekitar pemukiman warga dan di dekat jaringan listrik di kota Pontianak dan sekitarnya

TRIBUN FILE/ISTIMEWA
Suasana Coffee Morning yang dihadiri oleh Forkompinda dan Togamas Kota Pontianak, di Istana Kadriyah pada Senin (13/7/2020) pagi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Layangan masih menjadi momok menakutkan. Pasalnya mengancam keselamatan jiwa hingga bisa merusak fasilitas listrik.

Untuk kasus mengancam keselamatan jiwa di Kota Pontianak dan Kubu Raya kerap ditemukan kasus korban kawat layangan bahkan hingga menyebakan kematian.

Bagaimana Proses Pertumbuhan Pada Tanaman Paku yang Berkembang Biak Menggunakan Spora?

Soal dan Jawaban TVRI 14 Juli 2020 Kelas 1-3 SD serta Soal dan Jawaban TVRI 14 Juli Kelas 4-6 SD

Waktu Sholat Tahajud Tata Cara Sholat Tahajud Niat Sholat Tahajud Sendiri serta Doa Sholat Tahajud

Sementara layangan yang menganggu fasilitas listrik, kasus yang terjadi bisa bikin tercengang, layangan kawat yang nyangkut di Gardu Induk menyebabkan beberapa kabupaten di Kalbar terjadi blackout atau padam total.

Dalam Coffee Morning yang dihadiri oleh Forkompinda dan Togamas Kota Pontianak, di Istana Kadriyah pada Senin (13/7/2020) pagi, Sultan Pontianak, Syarif Machmud Melvin Alkadrie, menghimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang.

Dia berharap tidak ada permainan laya gan ini di sekitar pemukiman warga dan di dekat jaringan listrik di Kota Pontianak dan sekitarnya karena keberadaannya sudah sangat menggangu dan meresahkan masyarakat.

"Banyak keluhan masyarakat terkait dampak buruk yang disebabkan oleh layang-layang. Saya juga meminta Pemkot Pontianak untuk menindak tegas para pemain layang-layang karena sudah ada Perda-nya juga," ungkap Melvin.

Menurut Melvin, selain mengancam keselamatan jiwa warga, kawat layang-layang dapat mengganggu pasokan listrik. Keamanan dan kenyamanan warga sudah sangat terganggu dengan adanya kegemaran segelintir warga.

"Waktu kecil saya juga gemar bermain layang-layang. Dulu layang-layang dimainkan secara aman, tapi saat ini sudah berubah, permainan layang-layang menggunakan benang gelasan dan tali kawat sehingga keberadaannya sudah sangat menggangu keselamatan jiwa warga dan keberadaan listrik," imbuh Melvin.

Soal dan Jawaban TVRI Materi Pertumbuhan Pada Tumbuhan untuk SD Kelas 4-6 Selasa 14 Juli 2020

18 Lembaga Bakal Dibubarkan, Presiden Jokowi: Kenapa Harus Pakai Lembaga atau Komisi Itu Lagi

SIAPA Saja 10 Artis Cantik Diduga Pernah Terlibat Prostitusi? Terbaru Artis FTV HH Umur 23 Tahun

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan bahwa permainan layang-layang saat ini bukan hanya sekedar hobi saja tapi sudah ada unsur taruhannya.

"Permainan layang-layang saat ini sudah ada unsur taruhannya, inikan termasuk perjudian, dan sudah mengarah ke tindakan maksiat. Perlu kepedulian kita bersama untuk mencegahnya. Saya menghimbau agar masyarakat untuk tidak bermain layang-layang karena dapat mengancam jiwa warga serta mengganggu pasokan listrik," kata Bahasan.

Halaman
12
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved