Tim Gabungan Ungkap Kegiatan Ilegal Logging dan Alih Fungsi Lahan di Bentang Alam 3 Kapubaten

Tak hanya itu sebanyak 236 batang kayu log pun dan lima mesih chain saw berhasil dikumpulkan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Danrem 121 Alambana Wanawai, Brigjen TNI Ronny, saat memberikan penjelasan pada konferensi pers yang bertempat di camp Sylva Taman Arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak, Kamis (25/06/2020).  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tim Gabungan yang melibatkan aparat penegak hukum dan pemerintahan Kalbar mendapati adanya kegiatan illegal loging dan alih fungsi lahan di kawasan konservasi di bentang alam Kabupaten Mempawah, Kabupaten Landak dan Kabupaten Kubu Raya.

Hal itu diungkapkan pada konferensi pers yang bertempat di camp Sylva Taman Arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak, Kamis (25/06/2020). 

"Kegiatan illegal loging ini termasuk modus baru. Di mana oleh perambah membuat SKT (Surat Keterangan Tanah) untuk dihibahkan ke pihak ketiga. Namun sebelum dihibahkan hasil hutannya diambil," ujar Dekan Fakultas Kehutanan Untan, Gusti Suriansyah

Hutan yang memiliki luas kurang lebih 19,622 hektar ini sebetulnya merupakan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK).

Fakultas Kehutanan Untan menjadi perguruan tinggi yang dipercaya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melakukan pengelolaan di kawasan tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 656/Menlhk/Setjen/PLA.0/8/2016 tanggal 26 Agustus 2016.

Penghibahan yang dimaksud Gusti adalah, hutan yang masuk dalam kawasan KHDTK tersebut rencananya akan dibangun fasilitas milik Kodam XII Tanjungpura. 

Hal ini berdasarkan hasil penelusuran tim gabungan yang terdiri dari Korem 121/Abw, Kodim 1201/Mph, SPORC Gakkum KLHK, Polres Mempawah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, KPH Mempawah dan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak pada 15 Mei 2020.

Gusti belum bisa memastikan sejak kapan perambahan kawasan tersebut dilakukan. Namun yang jelas hal ini sudah tentu negara utama bagi kegiatan penelitian mahasiswa Fakultas kehutanan, apalagi di dalamnya memiliki potensi sebagai sumber plasma nutfah dan jenis vegetasi atau perlindungan keanekaragaman hayati.

Bea Cukai Kalbagbar Musnahkan 1,8 Juta Batang Rokok dan Beberapa Botol Miras Illegal

Dari hasil operasi penindakan kegiatan illegal loging tersebut, tim berhasil menangkap pekerja sepuluh orang pekerja di tiga tempat yang berbeda.

Tak hanya itu sebanyak 236 batang kayu log pun dan lima mesih chain saw berhasil dikumpulkan.

Menanggapi dugaan keterlibatan illegal loging terhadap oknum TNI AD, Danrem 121 Alambana Wanawai, Brigjen TNI Ronny pihaknya pasti berpegang teguh pada hukum yang berlaku. Jika didapati ada pelanggaran, maka oknum tersebut akan diberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Aparat kita berpegang pada hukum. Kalau ada pelanggaran akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Kita lihat hasil penyidikan nanti apakah terbukti ada keterlibatan aparat. Dari proses BAP akan terungkap," ujarnya singkat.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved