SDN 17 Sekadau Laksanakan PPDB Secara Online dan Offline
Secara online formulir pendaftaran siswa dibagikan melalui grup WhatsApp dan di bagikan oleh para guru kepada orang tua siswa.
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU- Proses pendaftaran penerimaan anak didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 tingkat TK, SD dan SMP di Sekadau, Kalbar sudah mulai dibuka, Kepala Sekolah SDN 17 Sekadau pastikan buka pendaftaran secara online dan offline, Rabu (17/6/2020)
Kepala Sekolah SDN 17 Sekadau, Lusia Luya menuturkan berdasarkan surat Edaran resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau, no: 422.1/581. Disdik.02. yang memuat penerimaan siswa baru serentak pada 15 Juni 2020.
Untuk itu pihak SDN 17 Sekadau membuka pendaftaran bagi calon siswa baru tahun ajaran 2020/2021 dengan baik secara online maupun offline, dengan mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19.
• Manajemen Hotel di Kota Pontianak Siap Ikuti Aturan dan Kebijakan Pemerintah di Fase New Normal
Secara online formulir pendaftaran siswa dibagikan melalui grup WhatsApp dan di bagikan oleh para guru kepada orang tua siswa.
Para orang tua siswa kemudian mengisi langsung formulir dan mengirimkan kembali ke pihak sekolah.
"Ada beberapa orang tua melalui wa grup. Mereka menyampaikan data anaknya melalui formulir yang kita share.
Tapi ada juga yang datang lagi ke sekolah bawa anaknya, kurang puas katanya kalau tidak ke sekolah," ungkap Lusia Luya.
Untuk penerimaan siswa baru secara offline, pihak sekolah juga menyediakan formulir yang dapat diambil orang tua siswa secara langsung ke sekolah pada 2-5 Juni 2020.
"Pengembalian formulir dimulai pada 15-17 Juni, pelaksanaan pengambilan formulir berjalan lancar tidak ada kendala.
Secara umum orang tua siswa mengikuti protokol kesehatan," kata Kepala SDN 17 Sekadau itu.
Lebih lanjut Lusia menuturkan dua cara tersebut dipilih untuk menghindari adanya kerumunan orang di sekolah, dan meminimalisir kemungkinan terjadinya penyebaran Covid-19 di antar warga.
• Soal dan Jawaban TVRI Kamis 18 Juni 2020 Tak Ada, Simak Tayangan Sahabat Pelangi Episode Yeay Menang
Lusia menuturkan saat sudah ada 60 formulir pendaftaran yang diambil oleh orang tua siswa, dengan 50 formulir yang sudah dikembalikan lagi ke pihak sekolah.
"Sampai 19 Juni kita masih terima formulir yang diantarkan orang tua.
Untuk batas usia siswa, minimal berusia 6 tahun per 1 Juli 2020, sesuai dengan peraturan dan nantinya juga masuk data dapodik," jelasnya.
Lusia menyebut untuk penerimaan siswa baru, pihaknya memberikan batas maksimal siswa sebanyak 60 orang.
Yang akan dibagi menjadi dua rombongan belajar.
Karena daya tampung yang hanya mampu untuk dua kelas, serta tenaga pendidik yang masih kurang.
"Jadi kalau siswa berlebih kita seleksi, jumlahnya maksimal 60 untuk dua rombongan belajar, itu di kurang siswa yang tinggal kelas.
Kemarin ada 2 orang yang tinggal kelas, Jadi maksimal 58 siswa untuk tahun ajaran 2020/2021," paparnya lebih lanjut.
• KALBAR 24 JAM - Bayi 4,5 Bulan PDP Covid-19 Meninggal Dunia, hingga Jembatan Desa di Landak Roboh
Meski begitu, Lusia menuturkan pihaknya akan berupaya jika ternyata siswa yang mendaftar lebih dari jumlah maksimal yang ditentukan.
Dengan tetap berkoordinasi dengan guru kelas, dan disesuaikan dengan kursi dan meja yang tersedia.
Adapun untuk wilayah siswa yang mendaftar, pihaknya tidak menerapkan sistem zonasi, dan siswa yang mendaftar betul-betul berasal dari wilayah di lingkungan sekolah, yakni sekitar desa Mungguk.
Terkait kendala dalam penerimaan siswa baru, Kepsek SDN 17 ini mengaku tidak ada kesulitan yang berarti, baik pendaftaran secara online maupun offline.
Hanya saja, terkadang ada orang tua yang mendaftarkan anaknya di sekolah lain, namun ketika kuota di SD yang diinginkan penuh. Maka mendaftarkan anaknya ke SDN 17.
Di lokasi yang berbeda, orang tua siswa bersyukur masih banyak sekolah yang menerapkan pola penerimaan siswa secara offline.
Satu diantaranya Sela (30) ibu rumah tangga yang berdomisili di Sungai Ringin, kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau, Kalbar.
Dirinya bersyukur meski di tengah pandemi Covid-19, masih banyak sekolah yang membuka pendaftaran siswa baru secara offline (tatap muka).
"walaupun kalau online itu tidak perlu repot-repot ke sekolah. Tapi saya rasa lebih mudah daftar langsung ke sekolah," ujarnya.
• Wali Kota Edi Kamtono Tak Ingin Gegabah Buka Objek Taman Wisata Kota Pontianak
Menurut Sela, tidak semua orang tua paham tentang mengisi formulir pendaftaran secara online. Seperti halnya dirinya yang mendaftarkan anaknya untuk masuk ke Sekolah Dasar.
Terlebih ketika berbagai berkas yang dibutuhkan harus di scan dalam berbagai bentuk file dan ukuran, yang harus disesuaikan dengan syarat yang ditetapkan pihak sekolah.
"Ya kalau saya kan kurang paham, gimana isi syarat-syarat itu. Jadi saya lebih pilih datang langsung ke sekolah," tandasnya.
Terlebih menurut Sela, untuk orang tua siswa yang berasal dari daerah yang minim jaringan internet.
Akan cukup sulit untuk mendaftarkan anak-anaknya.
"Sekolah-sekolah tetap harus buka pendaftaran siswa di sekolah.
Ya syukurnya di Sekadau masih buka pendaftaran langsung di sekolah-sekolah," kata ibu dua anak tersebut.
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak