Breaking News

KALBAR 24 Jam - Corona Kalbar, Kisah 2 Dokter Sembuh dari Covid-19, hingga Ular Piton Telan Kambing

Angka penularan atau infeksi virus corona di Kalbar berdasarkan update data di website Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar sudah mencapai 269

Editor: Dhita Mutiasari
KOLASE/ TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
KALBAR 24 Jam - Corona Kalbar, Kisah 2 Dokter Sembuh dari Covid-19, hingga Ular Piton Telan Kambing 

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr Harisson M.Kes seluruh daerah di Kalbar berada di zona kuning dan oranye.

"Tarjadi pergeseran pada minggu ini, dimana tadinya risiko sedang hanya di 5 kabupaten, minggu ini menjadi 10 daerah,"kata Harisson, Selasa (16/6/2020).

Tidak ada satupun daerah atau kabupaten kota di Kalbar berada di zona hijau

Berdasarkan data yang disampaikan dr Harisson, zona merah berarti risiko tinggi, zona oranye risiko sedang, zona kuning risiko rendah dan zona hijau tidak terdampak Covid-19.

Ada empat daerah yang berada di zona kuning atau risiko rendah dari 14 kabupaten kota di Kalbar.

Empat daerah berisiko rendah tersebut adalah, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Mempawah dan Sanggau.

Sedangkan 10 daerah lainnya berada di zona oranye atau risiko sedang penularan Covid-19.

10 daerah berisiko sedang adalah Bengkayang, Ketapang, Pontianak, Singkawang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Sambas, Sekadau dan Sintang. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>

3. Dokter Willy Brodus Ikhlas Isolasi Sebulan di RSUD Soedarso, Bagaimana Respons Istri dan Anak?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Pontianak Kalimantan Barat ( Kalbar ), Willy Brodus Uwan, berbagi kisah selama menjalani proses isolasi setelah dinyatakan positif terpapar virus corona atau covid-19.

Dokter Willy menceritakan pengalamannya saat Live Talk Tribun Pontianak, Senin (15/6/2020).

Awalnya ia cuma menderita sakit di tungkai sebelah kiri akibat dari penyumbatan pembuluh darah.

Selain itu juga tidak ada demam, batuk, sesak nafas, dan penyakit penyerta lain.

Kendati demikian setelah sepuluh hari pasca rapid test yang pertama, Willy kemudian melakukan rapid test yang kedua dan hasilnya menunjukkan reakitf idm positif.

“Karena hasil rapid reaktif sehingga perlu dilakukan swab tenggorokan dan hidung dan hasil diagnosisnya pun positif. Saya yang tadinya dirawat di RS Santo Antonius kemudian dipindahkan ke RS dr Soedarso yang merupakan Rumah Sakit rujukan covid 19,” ujarnya.

Saat mendapatkan kabar dinyatakan terkonfirmasi positif covid 19, Willy bercerita mendapatkan support yang besar dari keluarganya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved