Tribun Pontianak Virtual
Dokter Willy Brodus Ikhlas Isolasi Sebulan di RSUD Soedarso, Bagaimana Respons Istri dan Anak?
Kendati demikian setelah sepuluh hari pasca-rapid test pertama, Willy kemudian melakukan rapid test kedua dan hasilnya menunjukkan reakitf idm positif
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Marlen Sitinjak
Selama 31 hari proses isolasi di RS dr Soedarso dijalaninya dengan bahagia.
Proses isolasi juga tak membuatnya pesimistis dan menjadi frustasi.
Banyak dukungan mengalir untuknya agar selalu berkobar semangat untuk sembuh.
Banyak hal produktif yang dilakukanya selama menjalani proses isolasi.
Mulai dari menulis di akun instagram-nya, membaca buku yang dikirimkan teman-teman sejawat, menonton tayangan di YouTube dan olahraga sepeda statis yang dipinjamkan oleh rekananya.
Termasuk juga di antaranya mengikut kebaktian melalui livestreaming dari ponselnya.
“Kalau nonton TV hampir tidak pernah, kalau buka TV isinya covid juga. Lebih banyak baca buku juga sih, kebetulan saya dibawakan satu plastik besar isinya buku semua, dan kebanyakan bukunya bukan buku kesehatan,” ujarnya.
Sepelekan Covid-19
SATU di antara masyarakat Kota Pontianak, Conny, menyampaikan rasa syukur yang besar atas kesembuhan dua dokter di Kota Pontianak yakni dr Willy Brodus dan dr Muhammad Asrorudin dari Covid-19.
Pernyataan tersebut disampaikanya Conny secara langsung saat ikut bergabung Live Talk Tribun Pontianak yang menghadirkan kedua dokter, Senin (15/6/2020).
"Bersyukur boleh sehat dan beraktivitas seperti biasa," kata Conny.
Ia menilai, masyarakat memerlukan sosialiasi dan informasi yang detil tentang Covid-19 terbaru.
Saat ini Kota Pontianak yang mulai menerapkan tatanan baru.
Terdapat anggapan di beberapa bagian masyarakat kita terkesan menyepelekan keberadaan Covid-19.
Ada yang bilang direkayasa dan Covid-19 sudah tidak ada karena kasusnya sudah melandai.
"Bagi kita yang mengerti agak ketar ketir pak, misalnya saat berbelanja ke pasar. Banyak orang yang lenggang kangkung tanpa masker," ujarnya. (*)