Tribun Pontianak Virtual
Dokter Willy Brodus Ikhlas Isolasi Sebulan di RSUD Soedarso, Bagaimana Respons Istri dan Anak?
Kendati demikian setelah sepuluh hari pasca-rapid test pertama, Willy kemudian melakukan rapid test kedua dan hasilnya menunjukkan reakitf idm positif
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Pontianak Kalimantan Barat ( Kalbar ), Willy Brodus Uwan, berbagi kisah selama menjalani proses isolasi setelah dinyatakan positif terpapar virus corona atau covid-19.
Dokter Willy menceritakan pengalamannya saat Live Talk Tribun Pontianak, Senin (15/6/2020).
Awalnya ia cuma menderita sakit di tungkai sebelah kiri akibat dari penyumbatan pembuluh darah.
Sepekan sebelum dirawat dan diisolasi, ia juga melakukan rapid test dan hasilnya negatif.
Selain itu juga tidak ada demam, batuk, sesak nafas, dan penyakit penyerta lain.
Kendati demikian setelah sepuluh hari pasca rapid test yang pertama, Willy kemudian melakukan rapid test yang kedua dan hasilnya menunjukkan reakitf idm positif.
• KISAH Dekan Kedokteran Untan Pontianak Positif Covid-19 Bersama Istri, Anak dan Pengasuh! Baca Novel
“Karena hasil rapid reaktif sehingga perlu dilakukan swab tenggorokan dan hidung dan hasil diagnosisnya pun positif. Saya yang tadinya dirawat di RS Santo Antonius kemudian dipindahkan ke RS dr Soedarso yang merupakan Rumah Sakit rujukan covid 19,” ujarnya.
Saat mendapatkan kabar dinyatakan terkonfirmasi positif covid 19, Willy bercerita mendapatkan support yang besar dari keluarganya.
Meskipun ketika itu, Istrinya juga tampak tidak begitu kaget termasuk juga anak-anaknya.
Bahkan keluarganya terus memberikan dukungan serta doa agar dapat segera sembuh.
“Kalau respon keluarga tidak begitu kaget, saya lihat istri memang menaruh rasa khawatir tapi tetap beri semangat. Yaa sudah hadapi saja. Kalau anak-anak jauh lebih siap dan mereka tidak banyak omong tapi memberi semangat,” ujarnya.
Ia juga bercerita bahwa sebelum dinyatakan positif, dalam bertugas selalu meminimalisir potensi penularan, seperti selalu menggunakan APD lengkap saat melayani pasien, menggunakan masker.
Saat sampai di rumah langsung ke kamar mandi paling dekat dengan pintu masuk untuk membersihkan diri.
Semua protokol kesehatan telah dijalankan.
• UPDATE CORONA KALBAR - Kapuas Hulu, Kayong Terendah Kasus Positif, Ketapang & 2 Daerah Ini Tertinggi
“Bahkan ketika berada dalam rumah selalu menggunakan masker,” ujarnya.
Selama 31 hari proses isolasi di RS dr Soedarso dijalaninya dengan bahagia.
Proses isolasi juga tak membuatnya pesimistis dan menjadi frustasi.
Banyak dukungan mengalir untuknya agar selalu berkobar semangat untuk sembuh.
Banyak hal produktif yang dilakukanya selama menjalani proses isolasi.
Mulai dari menulis di akun instagram-nya, membaca buku yang dikirimkan teman-teman sejawat, menonton tayangan di YouTube dan olahraga sepeda statis yang dipinjamkan oleh rekananya.
Termasuk juga di antaranya mengikut kebaktian melalui livestreaming dari ponselnya.
“Kalau nonton TV hampir tidak pernah, kalau buka TV isinya covid juga. Lebih banyak baca buku juga sih, kebetulan saya dibawakan satu plastik besar isinya buku semua, dan kebanyakan bukunya bukan buku kesehatan,” ujarnya.
Sepelekan Covid-19
SATU di antara masyarakat Kota Pontianak, Conny, menyampaikan rasa syukur yang besar atas kesembuhan dua dokter di Kota Pontianak yakni dr Willy Brodus dan dr Muhammad Asrorudin dari Covid-19.
Pernyataan tersebut disampaikanya Conny secara langsung saat ikut bergabung Live Talk Tribun Pontianak yang menghadirkan kedua dokter, Senin (15/6/2020).
"Bersyukur boleh sehat dan beraktivitas seperti biasa," kata Conny.
Ia menilai, masyarakat memerlukan sosialiasi dan informasi yang detil tentang Covid-19 terbaru.
Saat ini Kota Pontianak yang mulai menerapkan tatanan baru.
Terdapat anggapan di beberapa bagian masyarakat kita terkesan menyepelekan keberadaan Covid-19.
Ada yang bilang direkayasa dan Covid-19 sudah tidak ada karena kasusnya sudah melandai.
"Bagi kita yang mengerti agak ketar ketir pak, misalnya saat berbelanja ke pasar. Banyak orang yang lenggang kangkung tanpa masker," ujarnya. (*)