Wabah Virus Corona

Aturan Baru Masuk Sekolah: Wajib Menggunakan Masker Kain Nonmedis 3 Lapis

Panduan tersebut adalah keputusan bersama Kemendikbud, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka peluang daerah tertentu di Indonesia untuk kembali membuka sekolah.

Satu di antara syarat mutlak membuka sekolah kembali adalah sekolah tersebut berada di zona hijau kasus infeksi virus corona Covid-19.

Hal itu sebagaimana termuat dalam panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru dan tahun akademik baru di masa pandemi virus corona Covid-19.

Panduan tersebut adalah keputusan bersama Kemendikbud, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.

Dalam panduan yang dirilis Kemendikbud, diketahui bahwa pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan yang memenuhi kesiapan dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan masa transisi selama dua bulan.

Jika Sekolah Dibuka Lagi, Satu Kelas Hanya Boleh Diisi Paling Banyak 18 Siswa

Jika aman, dilanjutkan dengan masa kebiasaan baru.

Berikut ini ketentuannya:

Ketentuan Fase Pertama

Pada fase pertama, dinyatakan bahwa waktu untuk memulai masuk sekolah paling cepat dilaksanakan Juli untuk SMA hingga SMP sederajat.

Sementara untuk SD, MI, dan SLB paling cepat September 2020.

Adapun untuk PAUD, paling cepat November 2020.

Kemendikbud juga mengatur kondisi kelas pada fase pertama ini. 

Untuk pendidikan dasar dan menengah, jaga jarak minimal 1,5 m dan maksimal 18 peserta didik per kelas.

Untuk SLB, menjaga jarak minimal 1,5 m dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved