Wabah Virus Corona

Jika Sekolah Dibuka Lagi, Satu Kelas Hanya Boleh Diisi Paling Banyak 18 Siswa

Namun demikian, ada ketentuan yang harus dipenuhi untuk memulai kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Kompas.com
Ilustrasi belajar di kelas 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sudah memastikan tahun ajaran baru sekolah tetap dimulai Juli 2020.

Nadiem juga menyampaikan, ada beberapa daerah yang sudah bisa memulai kegiatan belajar mengajar di sekolah (masuk sekolah).

Namun demikian, ada ketentuan yang harus dipenuhi untuk memulai kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Satu diantara ketentuannya adalah, hanya sekolah di zona hijau yang boleh menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Kebijakan Baru Pendidikan Masa Pandemi Covid-19 dari Kemendikbud, PAUD hingga Perguruan Tinggi

Dalam panduan yang dirilis Kemendikbud diketahui bahwa pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan yang memenuhi kesiapan dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan masa transisi selama dua bulan.

Jika aman, dilanjutkan dengan masa kebiasaan baru.

Berikut ini ketentuannya:

Ketentuan Fase Pertama

Pada fase pertama, dinyatakan bahwa waktu untuk memulai masuk sekolah paling cepat dilaksanakan Juli untuk SMA hingga SMP sederajat.

Sementara untuk SD, MI, dan SLB paling cepat September 2020.

Adapun untuk PAUD, paling cepat November 2020.

Kemendikbud juga mengatur kondisi kelas pada fase pertama ini. 

Untuk pendidikan dasar dan menengah, jaga jarak minimal 1,5 m dan maksimal 18 peserta didik per kelas.

Untuk SLB, menjaga jarak minimal 1,5 m dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved