Virus Corona Masuk Kalbar

Sutarmidji Ungkap Cara Pemprov Bongkar Penyimpangan Data Mahasiswa Penerima Bantuan Tunai Covid-19

Akhirnya ditemukan sekitar 2000 lebih saja dan anggaran yang ditransper hampir Rp 3 miliar.

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji berbincang dengan sejumlah pasien corona yang sembuh saat pelepasan pasien corona yang sembuh di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalimatan Barat, Pontianak, Senin (18/5/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Akibat dampak Covid-19 seluruh daerah di Kalbar melakukan realokasi anggaran yang jumlah tidak sedikit untuk penanganan Covid-19.

Mewanti-wanti penyimpangan anggaran, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menerangkan ia sudah meminta pada pihak BPKP sebagai pendampingan untuk pengawasan anggaran penanganan Covid-19 yang telah dialokasikan khususnya di jajaran Pemprov Kalbar.

Mantan Wali Kota Pontianak ini juga meningatkan kepada seluruh kepala daerah kabupaten kota serta jajaran pemerintahan di provinsi dan kabupaten kota yang menangani dana-dana Covid-19 jangan ada penyimpangan.

“Jangan ada penyimpangan anggaran sekecil apapun terhadap penggunaan dana Covid-19 ini. Saya tidak mau mengatakan korupsi tapi penyimpangan anggaran, sebab korupsi itu harus dibuktikan dulu,” kata Sutarmidji saat diwawancarai diruang kerjanya, Kamis (11/6/2020).

Ada permasalahan saat ini, daerah dihadapkan dengan persoalan misalnya harga satuan alat kesehatan kini tidak sesuai e-katalog yang ada.

Contohnya masker pada e-katalog harganya cuma Rp 30 ribu, tapi dipasaran harganya hingga Rp 180 ribu paling murah.

Sutarmidji Ancam Sanksi Kepala Dinas Perhubungan Kalbar & Soroti Manajemen Bandara Supadio Pontianak

Bahkan harga pasarannya menurut Midji, pernah sampai Rp 400 ribu, sisi lain alat kesehatan ini atau pelindung kesehatan dibutuhkan dadakan dan ini menjadi masalah.

“Namun menurut saya sepanjang ini benar dan tidak ada penyimpangan dari penggunaan anggaran bisa dimaklumi. Contoh lainnya ventilator, sebelum Covid-19 harganya hanya Rp 300 juta dan sekarang ini harga melonjak jadi Rp 800 juta. Belum lagi yang lainnya, ini yang kita khawatirkan terhadap alat kesehatan. Sementara yang lainnnya aman,” kata Sutarmidji,

Ia meminta seluruh daerah transparan dalam mengelola anggaran, jangan sampai melakukan penyimpangan sekecil apapun.

“Saya di provinsi selalu terbuka dan transparan terhadap penggunaan anggaran Covid-19 ini.
Misalnya untuk bantuan mahasiswa kita sudah salurkan hampir Rp 3 miliar dari 2000 lebih mahasiswa,” sebutnya.

Sutarmidji Minta Warga yang Tak Percaya Covid-19 Jadi Relawan Mengurus Pasien & Jenazah Covid-19

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Syahroni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved