Gubernur Sutarmidji Sarankan Para Bakal Calon Kepala Daerah Kampanye Manfaatkan Media

Ia pun menyarankan agar para penyelenggara pemilu juga mengubah metode dari sosialisasi agar efektif.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Suasana diskusi online optimalisasi sosialisasi pilkada 2020 di era Normal Baru yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) melalui aplikasi zoom, Kamis (11/06/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengimbau agar para bakal calon yang akan bertarung di Pilkada 2020, khususnya 7 Kabupaten di Kalbar dapat memanfaatkan media massa hingga dengan media elektronik.

Hal tersebut diungkapkan oleh mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini saat menjadi narasumber diskusi online optimalisasi sosialisasi pilkada 2020 di era Normal Baru yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) melalui aplikasi zoom, Kamis (11/06/2020).

Pada diskusi online itu, dihadirkan pula Ketua AMSI Pusat Wenseslaus Manggut, Komisioner KPU RI Viryan Aziz, Komisioner Bawaslu RI Rahmad Bagja, serta Ketua KPU Kalbar Ramdan dan Ketua Bawaslu Ruhermansyah.

"Sosialisasi melalui media massa, elektronik dan sebagainya sebenarnya bagus dan efektif di tengah covid-19," kata Sutarmidji mengawali diskusi online tersebut.

KPU Ketapang Siapkan Tahapan Lanjutan Pilkada, Perlu Penambahan Anggaran untuk Protokol Kesehatan

Midji mengungkapkan, jika ia bekerja selalu dengan data, sehingga saat melakukan sosialisasi visi misi pun melalui media yang dianggapnya banyak dibaca dan dikunjungi masyarakat dengan karakter yang telah dipahami.

"Semua dilakukan dengan menganalisis fakta-fakta di media, yang paling dibutuhkan adalah media yang bisa komunikasi dua arah."

"Sehingga hal ini harus disosialisikan kepada para bakal calon untuk menggunakan media," kata Midji.

"Ketika saya membuat satu status misalnya, mungkin dalam rangka saya melihat masyarakat kepada saya, teknik-teknik seperti itu perlu konsultan, jika tidak maka akan mahal."

"Saya tidak mengiklankan konsultan, tapi faktanya seperti itu," tambahnya.

Dengan pilkada di 7 daerah di Kalbar, ia meyakini inkamben akan diuntungkan karena tidak akan sulit sosialisasi ke masyarakat.

"Dari tujuh, ada dua berakhir yakni Kapuas Hulu dan Bengkayang. Yang lima ini masih memungkinkan inkamben untuk tampil kembali dan tidak terlalu sulit untuk sosialisasinya," jelasnya.

Ia pun menyarankan agar para penyelenggara pemilu juga mengubah metode dari sosialisasi agar efektif.

"Saya saran kepada KPU, pengalaman saya, pamflet dan alat peraga lainnya yang diserahkan kita, dirumah saya mungkin setengah gudang masih ada, jadi tidak efektif."

"Tolong gunakan alat peraga yang efektif, biaya untuk ngupah pamflet juga sudah berapa, maka harus menggunakan media," timpal Sutarmidji.

"Bagaimana kita meningkatkan partisipasi, bagaimana kita untuk meningkatkan, maka harus cari pola yang pas, apakah media door to door atau media elektronik hingga cetak," saran dia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved