Dinas Kesehatan Kubu Raya Sosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Menuju New Normal

Kali ini, bertempat di Puskemas Sungai Raya Dalam, sejumlah kader binaan GERMAS pun dihadiri dalam sosialisasi ini.

TRIBUN PONTIANAK/Muzammilul Abrori
Suasana Pertemuan Peningkatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 di setiap kecamatan di Kabupaten Kubu Raya, yang digelar di Puskesmas Sungai Raya Dalam, pada Rabu (10/6/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya menggelar Pertemuan Peningkatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 di setiap kecamatan di Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu (10/6/2020).

Kali ini, bertempat di Puskemas Sungai Raya Dalam, sejumlah kader binaan GERMAS pun dihadiri dalam sosialisasi ini.

Disampaikan Kepala Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Kubu Raya, Daniel Irwan bahwa tujuan dari pelaksaan kegiatan inipun ialah memberikan sosialiasi kepada masyarakat terkait "New Normal" atau kenormalan baru.

"Ini kita keliling ke sembilan kecamatan yang ada di Kubu Raya, sebelumnya kita sudah laksanakan di kecamatan terentang, kemudian nanti akan ke kecamatan batu ampar, dan barulah kecamatan-kecamatan lainnya,"

"Untuk kegiatan yang dilakukan Germas terkait dengan pelaksanaan memutus mata rantai kasus Covid-19 ini.

Jadi kami dari Promosi Kesehatan di Kabupaten Kubu Raya melaksanakan sosialiasi terkait new normal," ujar Daniel kepada Tribun.

Kadiskes Kubu Raya Ingatkan Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Daniel menjelaskan, new normal adalah bagaimana kita membuat tatanan baru, terkait dengan physical distancing, kemudian penekanan mencuci tangan, lalu pasang masker, dan hal-hal atau kebiasaan-kebiasaan yang memang dalam keseharian dimasyarakat itu memang biasanya tidak dilakukan masyarakat.

Menurut dirinya juga, sosialiasi terkait New Normal ini harus bisa dipahami bersama demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ia juga menyatakan, alasan pihaknya mengundang para kader, karena menurutnya para kader lah yang nantinya menjadi perpanjangtanganan petugas kesehatan untuk membantu mensosialisasikan pemahaman ini kepada masyarakat.

"Dan mengapa kami mengundang kader-kader, karena merekalah yang merupakan garda terdepan kami, mereka langsung berhadapan dengan disekelilingnya,"

Halaman
12
Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved