Virus Corona Masuk Kalbar

Pontianak Kalbar Menuju New Normal di Masa Wabah Virus Corona Covid-19, Warga Harus Penuhi Protap

Menurut Edi, penerapan new normal tidak akan bisa berlaku efektif jika kesadaran masyarakat untuk disiplin menjalani protap kesehatan Covid-19.

Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Ilustrasi | Pontianak Kalbar Menuju New Normal di Masa Wabah Virus Corona Covid-19, Warga Harus Penuhi Protap. 

Tapi yang dikhawatirkan apabila imunnya menurun dan penyakit bawaan kambuh itulah yang berbahaya.

“Kalau dia sakit parah mungkin bukan karena covid-19 saja, tapi karena penyakit bawaannya dan menjadi parah karena terkena covid-19,” ujarnya.

Namun Sutarmidji optimistis dan akan mencoba perlahan dan sedang mempersipakan semuanya. Sebelum kehidupan normal seperti sebelum adanya Pandemi Covid-19 dilakukan.

“Contoh kemarin kenapa Masjid Raya Mujahidin tidak dibuka karena didatangi oleh semua orang dari penjuru kota dan tracing-nya akan susah. Tapi masjid dan surau tertentu maupun gereja silakan dibuka mungkin dua minggu lagi,” ujarnya.

Ia meminta tempat ibadah mempersiapkan mulai dari masker, tempat cuci tangan dan kebersihan tempat ibadah mulai dari sekarang.

“Jadi untuk masjid yang sudah buka upayakan tidak menggunakan kotak berjalan. Karena dipegang banyak orang. Bagusnya pakai tanggok saja karena satu orang saja yang jalan. Tapi kalau pakai yang kotak infaq berjalan itu bahaya bisa menularkan,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan untuk sekolah mumpung masih libur kepala sekolahnya juga harus mempersiapkan tempat untuk mencuci tangan.

“Untungnya di Kota Pontianak saat saya jadi wali kota sebagian besar sekolah sudah disiapkan wastafel, namun tidak tahu apakah masih berfungsi atau tidak,” ujarnya.

Wanita Ini Lepas Celana Dalamnya Untuk Dijadikan Masker, Aksinya Nekadnya Dilakukan di Kantor Pos

Ia mengatakan apabila memang sudah tidak berfungsi lagi harus diperbaiki lagi dan persiapkan juga airnya.

Sehingga ketika diterapkan aktivitas seperti biasa dan hidup normal seperti biasanya tetap harus disiplin dan menjaga kebersihan.

“Contoh lainnya di pasar juga harus siapkan cuci tangan dan habis belanja harus cuci tangan. Kalau ada berita penularan virus dari uang maka bagaiamana caranya kita harus memperlakukan uang,” ujarnya.

Ia sendiri lebih suka memberikan bantuan dalam bentuk kartu untuk membiasakan masyarakat tidak membayar dengan uang cash karena rawannya dari pertukaran uang dari tiap orang.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menilai penerapan new normal akan menjadi satu di antara pilihan bagi masyarakat untuk beradaptasi dengan Covid-19 hingga sampai ditemukan vaksin.

Menurutnya untuk benar-benar dapat menghilangkan virus tersebut dari alam harus ada imunitas dan dapat dilakukan dengan vaksin.

"Selama itu belum ada, tentunya kita tidak bisa menghindar secara terus-terusan," ujarnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved