Klinik Kimia Farma Menerima Layanan Rapid Test

Selain itu ada pula paket tes lain yang diberikan oleh Klinik Kimia Farma mulai dari Rapid Tes, hematologi hingga Rongsen

TRIBUN PONTIANAK/Ni Made Gunarsih
Iinggi ( kanan) bersama rekannya saat ditemui oleh Tribun Jumat (22/05/2020) siang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Klinik Kimia Farma merupakan satu di antara klinik yang menyediakan pelayanan Rapid Test bagi masyarakat di wilayah Pontianak dan sekitarnya.

Klinik yang berlokasi di jalan prof M. Yamin No.A7, Pontianak Selatan menjadi satu diantara klinik yang menyediakan layanan Rapid tes dengan harga Rp 650.000 untuk setiap tes dan sudah termasuk konsultasi dokter.

" Untuk biaya Rapid tesnya itu Rp 650.000 sudah termasuk konsultasi dokter, karena alat yang kita gunakan memang sudah cukup mahal jadi kita juga tidak bisa sembarang menentukan harga," Ungkap Inggi Dwi Elvandari selaku plebotomist klinik Kimia Farma.

Menjelang Lebaran, Agen Elpiji di Pontianak Ini Mengaku Penjualan Alami Penurunan

Selain itu ada pula paket tes lain yang diberikan oleh Klinik Kimia Farma mulai dari Rapid Test, hematologi hingga Rongsen paru-paru mengingat Covid-19 menyerang paru-paru pasien yang memiliki imun rendah.

Sedangkan untuk proses swab klinik Kimi Farma belum dapat melakukan karena ada beberapa protokol yang tidak bisa diikuti.

"Untuk pengambilan Swab, Klinik Kimia Farma hanya bisa menerima sampel karena harus ada aturan khusus dalam proses swab yang tidak bisa kami lakukan," lanjutnya.

Hasil tes yang dilakukan oleh Klinik Kimia Farma nantinya akan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar terutama untuk pasien yang mendapatkan hasil tes reaktif.

MUI Kalbar Imbau Masjid Yang Gelar Sholat Idul Fitri Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

" Jika hasilnya reaktif, maka kami akan melaporkan ke Dinkes Kalbar untuk ditindak lanjuti sesuai ketentuan karena Klinik Kimia Farma memang bekerja sama dengan Dinkes," ujarnya.

Sejak Klinik Kimia Farma menerima pelayanan Rapid Tes sudah cukup banyak masyarakat yang menerima hasil reaktif meski tidak menyebutkan jumlah dan saat ini mayoritas riwayat reaktif bukan lagi masyarakat yang melakukan perjalanan keluar kota, dan hal ini menjadi sebuah informasi yang harus dipahami masyarakat.

"Sejak kami buka layanan Rapid pada April lalu, sudah banyak yang hasil tesnya reaktif dengan riwayat perjalanan hanya di sekitaran Pontianak saja.

Halaman
12
Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved