MUI Kalbar Imbau Masjid Yang Gelar Sholat Idul Fitri Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Tidak hanya itu, lanjutnya demi mengantisipasi dan mencegah penyebaran covid-19

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Muhammad Rokib
ketua Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Barat, Drs. H. M. Basri HAR 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Diperbolehkannya pelaksanaan salat idul fitri di beberapa masjid terkhusus di wilayah yang kasus covid-19 terkendali dan kasus covid-19 menurun.

Demikian juga apabila terdapat wilayah zona merah atau kasus covid-19 tinggi, maka salat idul fitri dilaksanakan di rumah masing-masing.

Hal itu sesuai Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19.

Dengan demikian Ketua Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Barat (MUI Kalbar), Drs. H. M. Basri HAR menghimbau kepada masyarakat dan para umat islam agar tetap mengikuti protokol kesehatan.

VIDEO : Bupati Tinjau Pelayanan Rumah Sakit Bergerak di Badau Kapuas Hulu

"Pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap mengikuti protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan, antara lain dengan memperpendek bacaan shalat dan pelaksanaan khutbah," jelasnya membacakan penjelasan (Bayan) Dewan Pimpinan MUI Kalbar Nomor 32 Tahun 2020 Tentang Salat Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Tidak hanya itu, lanjutnya demi mengantisipasi dan mencegah penyebaran covid-19, jamaah diharapkan tetap menggunakan, menjaga jarak dan bahwa Ia menuturkan agar para jamaah membawa perlengkapan salat masing-masing.

"Pakai masker dan menjaga jarak, serta bawa sajadah sendiri," tandasnya.

Kemudian, tradisi yang biasanya setiap hari raya idul fitri umat islam di Kalimantan Barat lebaran atau sialturahmi dari rumah ke rumah.

Maka sari hal itu ditengah pendemi covid-19 peemohonan maaf dapat dilakukan komunikasi jarak jauh melalui wadah teknologi yang ada.

"Berdasarkan himbauan pemerintah dan edaran Menteri Agama silaturrahim dari rumah kerumah dalam upaya memutus mata rantai penularan covid 19 sebaiknya tidak dilakukan saat Pandemi covid-19. 

Permohonan maaf cukup dilakukan via medsos, yang terpenting permohonan maaf dan memberi maaf tulus ikhlas, In Syaa Allah akan diijabah meski tidak harus ketemu langsung," pungkasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved