Breaking News:

Idul Fitri 2020

Hukum Ziarah Kubur Menurut Para Ulama, Bertolak Belakang hingga Sepakat Disyariatkan Islam

Seperti halnya pada Lebaran Idul Fitri ini, masyarakat akan berduyun-duyun mendatangi kuburan untuk berziarah.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah warga melakukan ziarah kubur di Pemakaman Muslimin Danau Sentarum di Jalan Danau Sentarum, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (19/4/2020) sore. Ziarah kubur merupakan tradisi yang terus masyarakat lakukan mendekati bulan suci Ramadan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ziarah kubur bagi masyarakat Indonesia sudah bukan hal yang tabu lagi.

Rakyat Indonesia melakukan ziarah kubur sudah menjadi rutinitas mingguan bulanan hingga tiap moment-monet hari besar.

Seperti halnya pada Lebaran Idul Fitri ini, masyarakat akan berduyun-duyun mendatangi kuburan untuk berziarah.

Hal itu terkadang dilakukan pada saat menyambut ramadan ataupun menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Idul Fitri 2020 sama dengan tahun-tahun sebelumnya akan banyak orang yan melakukan ziarah kubur.

Dikutip dari berbagai sumber keilmuan maksud utama dari berziarah kubur adalah mendoakan jenazah yang ada sudah meninggal dunia di dalam kubur.

Pengertiannya, penziarah membacakan doa-doa yang pahalanya dihadiahkan kepada jenazah penghuni makam tersebut.

Hal ini disunatkan bagi laki-laki sedangkan bagi perempuan hukumnya adalah makruh karena ditakutkan akan menjadi keluh kesah yang dapat membuatnya lupa pada kekuasaan Allah SWT.

Manfaat dari berziarah kubur ini adalah agar kita selalu ingat kepada kehidupan sesudah mati, sebagaimana dalam riwayat Muslim Rasulullah saw pernah bersabda,

“Ziarahilah kubur, karena ia akan mengingatkanmu kepada kematian.”

Halaman
1234
Penulis: Madrosid
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved