Perempuan Rentan Jadi Korban Kekerasan di Medsos, Founder HCC Borneo Bagi Tips Internet Aman

Pisahkan akun pribadi dengan akun publik. Lalu lanjutkan dengan cek dan atur ulang pengaturan privasi. Langkah berikutnya adalah ciptakan password

Editor: Nina Soraya
TRIBUN FILE
Suasana Webinar "Cara Aman Perempuan Bermedia Sosial" yang digagas PPMN yang menggandeng Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK –  Tak bisa disangkal, bahwa pengaruh media sosial cukup besar bagi perempuan. Di satu sisi media sosial memang bisa memudahkan hidup kita. Informasi yang serba ada, singkat dan cepat, membantu Anda untuk melek informasi.

Namun, terlalu aktif di media sosial juga berbahaya bagi emosi kita. Ini bahayanya jika kita terlalu eksis di media sosial.

cekbansos.siks.kemsos.go.id - Cara Cek Apakah Dirimu Terdaftar sebagai Penerima Bansos dari Kemensos

Berikut Anjuran yang Disunahkan Sebelum dan Sesudah Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H

Niat Sholat Malam Lailatul Qadar & Cara Sholat Lailatul Qadar, Ramadhan 1441 H Sisa 3 Malam

Sejak 2015, Komnas Perempuan telah memberikan catatan tentang kekerasan terhadap perempuan yang terkait dengan dunia online, dan menggarisbawahi
bahwa kekerasan dan kejahatan siber memiliki pola kasus yang semakin rumit.

Pada 2017, ada 65 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia maya yang diterima oleh Komnas Perempuan

Hal ini yang menjadi ulasan utama dalam workshop daring "Cara Aman Perempuan Bermedia Sosial" yang digagas PPMN yang menggandeng Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK), Senin (18/5/2020).  

Founder Hoax Crisis Center (HCC) Borneo, Reinardo Sinaga, menyebutkan menurut riset yang dilakukan oleh firma kemanan digital, Norton, 76% dari 1.000 responden wanita yang berusia dibawah 30 tahun pernah mengalami pelecehan seksual secara online atau Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

"Di antaranya, ajakan chat yang menggoda dan mengganggu di beberapa platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, BBM, dan lainnya," ujarnya.

Aktivitas kekerasan berbasis Gender Online yang kerap terjadi adalah seperti pelanggaran privasi. Yang dilakukan dengan mengakses, menggunakan, memanipulasi dan menyebarkan data pribadi, foto atau video, serta informasi dan konten pribadi tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan.

"Selanjutnya, doxing atau menggali dan menyebarkan informasi pribadi seseorang, kadang-kadang dengan maksud untuk memberikan akses untuk tujuan jahat lainnya. Misal pelecehan atau intimidasi di dunia nyata," sampainya.

Perempuan kata Edo banyak menjadi korban peretasan informasi diri hingga pelecehan yang berujung kejahatan virtual yang susah terlacak.

Berikut beberapa tips yang ia sampaikan guna perempuan bisa aman dalam bermedia sosial.

“Pisahkan akun pribadi dengan akun publik. Lalu lanjutkan dengan cek dan atur ulang pengaturan privasi. Langkah berikutnya adalah ciptakan password yang kuat dan nyalakan verifikasi login,” paparnya

"Jangan pernah membuat password akun dengan tanggal lahir sendiri atau pasangan, " terangnya.

LENGKAP, Panduan Bacaan Takbiran Saat Hari Raya Idul Fitri

Pergeseran Cuti Bersama Idul Fitri 2020 Masih Dikaji Pemerintah, Berikut Kemungkinanya

Dukung Tenaga Medis, Jasa Raharja Kalbar Saluran Bantuan Masker ke RSUD Soedarso Pontianak

Dia mengingatkan jangan sembarang percaya aplikasi pihak ketiga. Bahkan berupaya menghindari berbagi lokasi pada waktu nyata (real time location sharing).

“Saran lainnya adalah untuk berhati-hati dengan URL yang dipendekkan. Ingat untuk selalu jaga kerahasiaan pin atau password pada ponsel atau laptop pribadi. Seringkali, pelaku kekerasan berbasis gender online dan offline adalah orang terdekat,” urainya lebih lanjut.

Dia membagikan tips pada peserta jika ingin mengecek akun pribadi yang passwordnya pernah dijebol atau tidak silakan mengakses : Avast.com/hackcheck.

Sedangkan untuk keamanan digital lainnya, sila buka laman: https://securityinabox.org/id/.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved