Diskes Kalbar Prioritaskan Rapid Test untuk PMI dan TKI

Dinkes juga melakukan rapid test bagi masyarakat yang menderita penyakit kronis dan pensiun yang memiliki penyakit bawaan karena faktor usia.

TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia saat ini berada di Selter Dinas Sosial Kalbar menunggu jadwal kepulangan ke daerah asal, Sabtu (16/5/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saat ini pemerintah mengeluarkan peraturan terbaru bagi masyarakat yang akan bepergian wajib melampirkan surat keterangan non reaktif rapid test yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan maupun rumah sakit yang tersedia alat.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson yang mengatakan bahwa Dinkes juga menyediakan jasa rapid test bagi masyarakat prioritas seperti Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan melakukan perjalanan.

"Dinkes membuat surat keterangan non reaktif untuk PMI dan TKI dengan ketentuan mereka (pekerja) kami test dulu di dinas kesehatan, kalau mereka non reaktif kami terbitkan surat hasil pemeriksaan rapidnya," ungkapnya.

Terdampak Covid-19, Ratusan Pekerja Migran yang Dideportasi dari Malaysia Tertahan di Kalbar

Saat ditanya terkait biaya, Harisson menyatakan bahwa Dinkes Provinsi Kalbar tidak memungut biaya bagi mereka yang akan melakukan rapid test, jumlah peserta tes juga tidak dibatasi.

"Tidak ada biaya bagi masyarakat pekerja yang akan melakukan rapid test, kami akan menerima setiap orang yang datang hanya saja kami membatasi waktu pelayanan yaitu setiap hari kerja dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB," ujarnya.

Selain itu Dinkes juga melakukan rapid test bagi masyarakat yang menderita penyakit kronis dan pensiun yang memiliki penyakit bawaan karena faktor usia.

"Kami juga melakukan rapid test bagi masyarakat lansia yang memiliki penyakit kronis dan pensiun yang rentan terpapar Covid-19" lanjutnya.

Harisson menjelaskan bagi masyarakat yang ingin pulang kampung disarankan untuk melakukan rapid test di klinik dan rumah sakit yang memiliki fasilitas rapid test.

"Kalau yang mau pulang kampung mereka disarankan ke Klinik Kimia Farma karena setahu saya hanya Klinik Kimia Farma yang ada melayani Rapid test."

"Tapi kalau memang ada rumah sakit yang melakukan tidak masalah, masyarakat bebas memilih faskes yang memiliki pelayanan Rapid test," jelasnya.

Dinkes tidak melarang jika memang rumah sakit menyediakan fasilitas rapid test bagi masyarakat yang akan mudik atau pulang kampung sehingga semua tergantung pilihan dari masyarakat mau melakukan rapid test di Fasilitas kesehatan selama ada peralatan. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved