Wabah Virus Corona
Intelijen AS Beberkan Peluang Virus Corona Dijadikan Senjata Biologis, Ungkap Skenario Serangan
Sejauh ini virus corona tidak jelas berasal dari mana, sementara China juga tidak mengungkapkan apapun bagaimana virus ini bisa muncul.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sebanyak 2.831.785 orang di dunia dinyatakan terjangkit virus corona hingga Sabtu siang ini.
Berdasarkan pantauan pada laman worldometers.info, pasien yang dinyatakan meninggal di seluruh dunia berjumlah 197.306 orang.
Sementara itu, jumlah pasien yang sudah dinyatakan sembuh yakni 806.953 orang dari berbagai negara.
Lalu, jumlah pasien yang saat ini tengah menjalani perawatan berjumlah 1.827.526 orang.
Sejauh ini virus corona tidak jelas berasal dari mana, sementara China juga tidak mengungkapkan apapun bagaimana virus ini bisa muncul.
• Aktris Jepang Kumiko Okae Dikabarkan Meninggal Karena Corona, Sempat Alami Gejala Ini
Mereka hanya mengatakan bahwa virus ini berasal dari kelelawar yang menyebar ke manusia.
Sementara teori konspirasi menuduh virus corona adalah senjata biologis yang digunakan untuk menata ulang situasi dunia dengan menyebabkan kekacauan di seluruh dunia.
Meski hanya sekadar teori konspirasi yang sudah ditepis oleh China, Intelijen AS ungkap bahwa penyataan itu bisa menjadi kenyataan.
Melansir Daily Express pada Sabtu (25/4/2020), Komunitas Intelijen AS mulai menganggap serius ancaman virus corona dapat digunakan sebagai senjata biologis.
Memiliki efek menghancurkan dengan kecepatan penyebaran, Intelijen AS mulai mempertimbangkan potensi virus corona untuk dijadikan senjata biologis.
Pada saat yang sama, Departemen Pertahanan juga mulai memantau kemungkinan dengan lebih hati-hati.
• Pandemi Corona, Polsek Sungai Raya Antisipasi Kerawanan Wilayah dan Antisipasi Keramaian Umum
Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan, bahwa risiko virus itu bisa berubah menjadi senjata tetapi masih relatif rendah.
Karena asal usul virus ini sama sekali belum terungkap bagaimana mereka bisa menyebar ke manusia.
Sementara apa yang diketahui oleh China tidak pernah diungkapkan kepada dunia.
Banyak pihak menuduh Beijing sengaja berusaha menutupi wabah ini dan berusaha menyembunyikan dampak sebenarnya dari yang ditimbulkan.