Wabah Virus Corona
Trump Buktikan Ancamannya, Hentikan Bantuan Dana ke WHO di Tengah Pandemi Covid-19, Ada Apa
Trump telah mengumumkan keputusannya itu di tengah pandemi wabah corona atau covid-19 yang menimpa Amerika dan dunia.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membuktikan ancamannya untuk menghentikan pendanaan AS untuk organisasi kesehatan dunia atau WHO.
Trump telah mengumumkan keputusannya itu di tengah pandemi wabah corona atau covid-19 yang menimpa Amerika dan dunia.
Pengumuman penghentian pendanaan AS ke WHO tersebut dilakukan, pada Selasa (14/4/2020) waktu setempat.
Trump beralasan, WHO telah menutupi keseriusan wabah virus corona (Covid-19) di China sebelum menyebar ke seluruh dunia.
Dalam konferensi pers, Trump mengungkapkan bahwa dirnya telah memerintahkan pemerintahannya untuk menghentikan pendanaan tersebut.
"Peninjauan dilakukan untuk menilai peran siapa yang sangat keliru dan menutupi penyebaran virus corona," kesal Trump dikutip Tribunnews.com.
• Covid-19 Lenyap, Donald Trump Klaim Ekonomi Amerika Serikat Meroket
AS adalah pendonor terbesar untuk WHO yang berbasis di Jenewa.
AS menyumbang lebih dari 400 juta dolar AS pada 2019, sekitar 15 persen dari anggarannya.
Menurut Trump, WHO tidak transparan terkait wabah.
"AS sekarang membahas apa yang akan kita lakukan dengan semua dana yang masuk ke WHO. "
"Dengan pecahnya pandemi Covid-19, kita memiliki keprihatinan mendalam apakah kemurahan hati Amerika telah dimanfaatkan sebaik mungkin."
Serangan Trump terhadap WHO karena melihat organisasi PBB itu bias terhadap China dan berkolusi untuk mencegah persaingan ekonomi utama As dari keharusan untuk bersikap terbuka tentang bencana kesehatan yang berlangsung.
"Apakah WHO melakukan tugasnya untuk objektif menilai situasi di lapangan dan untuk mengungkap kurangnya transparansi China, mungkin wabah ini bisa saja dikendalikan pada sumbernya dengan kematian yang sangat sedikit, " katanya.
"Ini akan menyelamatkan ribuan nyawa dan menghindari kerusakan ekonomi di seluruh dunia. Sebaliknya, WHO rela mengambil langkah bias China... dan membela tindakan pemerintah CHina," tegasnya.
• Akan Ada Banyak Kematian, Trump Berikan Gambaran Suram Dua Minggu ke Depan Soal Kasus Covid-19 di AS
Pro China