Sehari 200-300 Orang Melintas di PLBN Aruk Sambas, Bupati Atbah dapat Kabar Ada yang Kelaparan
Kami tidak tahu bagaimana kondisi di negara sebelah, dan bagaimana lockdown yang di terapkan di sana (Malaysia).
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Safruddin
Bahkan kata dia, mereka juga sudah membuka nomor pengaduan yang bisa di akses oleh masyarakat Indonesia yang ada di Khucing, Malaysia.
"Intinya kami di konsulat bergerak untuk membantu, baik darurat maupun tidak. Jadi kami semua tim bergerak, dan langkah awal kami lakukan adalah membuka nomor pengaduan," ujar Yonny Tri Prayitno, Rabu (15/4/2020).
Ia katakan, komitmen dari Konsulat sejak awal bahwa mereka ingin membantu warga negara Indonesia yang ada di wilayah tersebut.
"Jadi kami memang ingin fokus untuk membantu warga negara. Jadi sama seperti apa yang di katakan Bupati, memang banyak yang terpengaruhi oleh sosial media," tuturnya.
Lebih lanjut kata Konjen, sejak 18 Maret lalu, mereka sudah membantu memulangkan WNI kurang lebih 8.000 orang, sampai dengan hari ini.'
"Dari mulai 18 Maret, kami sudah membantu kurang lebih 8,400 WNI yang pulang, lalu kenapa masih ada yang belum pulang? Kami dengan tenaga yang terbatas, tentu akan melakukan yang terbaik," tutur Yonny Tri Prayitno.
"Tapi ada juga TKI kita yang katakanlah tidak memiliki dokumen, atau ilegal, nah inilah yang sulit untuk kita pulangkan. Karena akan terus di pantau, oleh pihak imigrasi disana," tuturnya.
Sementara itu kata dia, untuk TKI yang memiliki dokumen lengkap, tapi cop pasport nya berlaku sampai dengan tahun 2020. Itu masih bisa dapat dispensasi.
Akan tetapi, bagi yang tidak melakukan cop pasport atau dibawah tahun 2020, itu sudah tidak ada dispensasi.
"Dan dari hasil pertemuan kami, untuk yang cop mati di tahun 2020, mereka dapat di dispensasi dan bisa pulang. Tapi untuk yang di bawah itu, sudah ada aturan yang berlaku, karena akan di tindak.
Karenanya saya minta mereka untuk tahan dulu, sampai dengan waktu Covid-19 ini berakhir," tutupnya.
(Tribunpontianak.co.id/wawan gunawan)