Wabah Virus Corona
Di Tengah Kasus Kematian Covid-19 Tertinggi di Dunia, Gubernur & Walikota New York AS Justru Debat
Tercatat, sudah 20 ribu orang meninggal sejak wabah corona merebak di negara yang dipimpin Presiden Donald Trump tersebut
Dia mengatakan langkah itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.
• Apakah Bayi dan Anak Harus Pakai Masker untuk Mencegah Tertular Virus Corona Covid-19?
Sebaliknya, Gubernur New York, Andrew Cuomo dalam konferensi pers harian yang ditonton secara luas menolak kebijakan walikota tersebut.
Cuomo mengatakan ia akan membuat keputusan sendiri tentang penutupan sekolah.
Pedoman bagi pemerintah federal saat ini adalah kebijakan pembatasan jarak sosial berlaku sampai 30 April.
Trump yang kemudian harus memutuskan apakah akan memperpanjang atau mulai mendorong orang untuk kembali bekerja dan hidup dengan cara yang lebih normal.
Trump mengatakan dia akan membahas soal ini dengan dewan penasihat baru dan beberapa gubernur negara bagian dan akan fokus pada proses membuka kembali ekonomi.
• BREAKING NEWS - Kasus Positif Covid-19 di Kalbar Bertambah Tiga, Sutarmidji Beberkan Kondisi Pasien
Jumlah orang Amerika yang mencari tunjangan pengangguran dalam tiga minggu terakhir melampaui 16 juta.
Itu terjadi karena klaim baru mingguan mencapai 6 juta untuk kedua kalinya berturut-turut pekan lalu.
Pemerintah mengatakan, ekonomi AS kehilangan 701.000 pekerjaan pada bulan Maret 2020.
Itu adalah kehilangan pekerjaan paling banyak sejak Great recession atau resesi hebat dan mengakhiri ledakan lapangan kerja terpanjang dalam sejarah AS yang dimulai pada akhir 2010. (*)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Lampaui Italia, kasus kematian akibat corona di AS kini terbanyak di dunia