Terimbas Covid-19, Gapkindo Kalbar Pastikan Belum Ada Pabrik Karet Tutup

Yang ada saat ini yakni penurunan produksi karena permintaan karet turun dampak Covid-19. Kembali, sejauh ini belum ada pabrik karet tutup

TRIBUN FILE
Kepala Dinas Perkebunan Kalbar Heronimus Hero bersama Ketua Gapkindo Kalbar Jusdar. 

PONTIANAK - Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Kalbar, Jusdar mengatakan bahwa tidak benar isu yang beredar menyebutan ada penutupan pabrik karet di Kalbar dampak dari wabah Covid-19.

"Sejauh ini pabrik karet kita dari anggota Gapki Kalbar tidak ada yang tutup pabrik karet. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau resah dengan isu yang ada," ujarnya di Pontianak.

Zulfydar Dukung Pemkot Gratiskan Tagihan PDAM Kategori MBR

Tim Gabungan Data ODP di Rasau Jaya

BELUM Bisa Dapat Token Listrik Gratis? Ini Mekanisme Klaim via Website dan WhatsApp 08122-123-123

Ia menyebutkan dampak Covid-19 sendiri jelasnya tentu ada namun tidak sampai tutup pabrik pengolahannya.

"Yang ada saat ini yakni penurunan produksi karena permintaan karet turun dampak Covid-19. Kembali, sejauh ini belum ada pabrik karet tutup dampak Covid-19," katanya.

Terkait harga karet menurutnya karena saat ini permintaan turun maka juga berpengaruh dengan harga di tengah masyarakat.

"Harga karet di awal tahun di pasar internasional sekitar 1,4 dolar AS per kilogram. Namun beberapa hari ini harga karet hanya di kisaran 1,06 dolar AS per kilogram. Harga turun dampak permintaan dari luar turun dampak Covid-19," katanya.

Sementara itu, terkait isu pabrik karet ditutup, Kepala Dinas Perkebunan Kalbar, Heronimus Hero mengatakan bahwa isu yang ada tidak benar.

Menurutnya isu tersebut sepertinya potensial dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan melalui penurunan harga pembelian karet di tingkat petani.

"Sehingga otomatis menurunkan pendapatan petani karet. Untuk itu baik Ketua Gapkindo maupun saya berharap agar masyarakat khususnya pekebun karet untuk tetap berusaha memproduksi karet seperti biasa karena pabrik karet di Kalbar tetap operasional," kata dia.

Terima Bantuan APD, Camat Nanga Mahap Beberkan Hal Ini

Kurangi Beban Warga Pesisir yang Terimbas Covid-19, Polairud Polda Kalbar Bagikan 100 Paket Sembako

Kadiskes Sanggau Beberkan Kondisi Terkini Pasien Yang Terkonfirmasi Covid-19 

Ia tidak memungkiri, dampak Covid-19 terhadap sektor perkebunan pasti ada. Dari sisi hulu petani dianjurkan pemerintah untuk di rumah. Hal itu mendorong produksi turun.

"Dari sisi hilir, permintaan oleh negara - negara yang terdampak Covid-19 mengurangi produksi industrinya. Dengan demikian mempengaruhi karet dalam negeri sebagai bahan bakunnya," katanya.

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved