Sikapi Laporan Kebakaran Palsu, Ateng Tanjaya: Jangan Bikin Kami Lebih Susah Lagi

Menurut Ateng, masyarakat yang memberitkan berita palsu itu sudah pasti melanggar hukum, kita serahkan hal itu kepada penegak hukum.

TRIBUNPONTIANAK/Rizki Kurnia
Ketua Forum Komunikasi Kebakaran Ateng Tanjaya (batik merah) saat membagikan tangki air kepada 62 pemadam kebakaran, kegiatan tersebut dilakukan di Sekretariat Pemadam Kebakaran Panca Bhakti Jl Letjend Suprapto, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (9/4/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Beberapa waktu lalu viral di media sosial, pemadam kebakaran mendatangi lokasi yang dilaporkan terjadi kebakaran.

Namun setelah sampai di lokasi yang dilaporkan, tidak terdapat sedikitpun kebakaran didaerah tersebut.

Menanggapi laporan palsu tersebut, Ketua Forum Komunikasi Kebakaran Ateng Tanjaya mengimbau kepada masyarakat untuk untuk tidak menyusahkan petugas pemadam dengan informasi palsu.

Asosiasi Pemadam Kebakaran Swasta Kalbar Berikan Bantuan Tangki Air

"Saya himbau kepada masyarakat, jangan lah, kami sudah menderita, jangan bikin kami lebih susah lagi, jangan bikin berita palsu, siapapun yang jadi korban kebakaran, pemadam akan langsung bergegas memadamkan."

"Sekarang, kami mohon lah kepada masyarakat untuk memberikan berita yang akurat," ungkap Ateng kepada wartawan Tribunpontianak, Kamis (09/04/2020).

Menurut Ateng, masyarakat yang memberitkan berita palsu itu sudah pasti melanggar hukum, kita serahkan hal itu kepada penegak hukum.

"Tidak menolong ya tidak apa-apa, tapi jangan lah bikin kami susah. Ingat, pemadam kebakaran itu bertugas tidak pandang agama tidak pandang suku, kami tidak mencari musuh, kalau rumah dia yang bikin berita palsu itu kebakaran, kami tetap akan bantu padamkan," katanya. 

"Kurang lebih 15 menit kami sudah bisa sampai di TKP, kenapa? karna kan pemadam kami tumbuh di mana-mana, jadi melalui call center kami, jadi secara komando, kemana terjadi kebakaran terjadi, maka rekan terdekatlah yang akan segera datang," ungkap Ateng.

Ateng mengungkapkan menjadi pemadam kebakaran butuh pengorbanan, hanya orang dengan panggilan jiwa dan hati yang menjadi pemadam kebakaran.

"Jadi pemadam itu sudah pasti pengorbanan, jadi masuk ke pemadam swasta itu ngak ada untungnya loh, hanya panggilan jiwa, panggilan hati, bertanggung jawab kepada tuhan yang maha kuasa secara agama masing-masing."

"Kami menyadari sepenuhnya bahwa tantangan terberat selain pemadaman adalah berita-berita tidak bertanggung jawab."

Halaman
12
Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved