Wabah Virus Corona

MELONJAK Drastis, Kasus Virus Corona Tanpa Gejala Naik hingga 4 Kali Lipat, China Waspada

Sumbangan kasus dari pelancong yang terinfeksi masuk dari luar negeri sebanyak 102 orang dari gelombang kasus terbaru.

AFP/STR/CHINA OUT
Ilustrasi - Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 beraktivitas saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BEIJING - China meningkatkan kewaspadaan akan lonjakan kasus virus corona atau covid-19 tanpa gejala.

Kenaikannya juga cukup drastis hingga empat kali lipat.

Di China juga dikabarkan bahwa terjadi peningkatan kasus baru virus corona hingga dua kali lipat, pada Selasa (7/4) kemarin.

Kenaikan itu karena jumlah pelancong yang terinfeksi dari luar negeri melonjak.

China Tumbangkan Kedigdayaan Amerika Selama Lebih dari Empat Dekade Dalam Pengajuan Paten

Dikutip dari Kontan.co.id dilansir Reuters, Komisi Kesehatan Nasional, pada Rabu (8/4) mengatakan bahwa kasus baru virus corona terkonfirmasi naik menjadi 62 dari 32 kasus di hari sebelumnya.

Angka itu naik, dengan kenaikan paling banyak terjadi sejak 25 Maret.

Dari angka itu, infeksi impor baru menyumbang sebanyak 59 kasus.

Sedang jumlah kasus tanpa gejala alias asimptomatik baru melesat menjadi 137 dari 30 kasus di hari sebelumnya.

Sumbangan kasus dari pelancong yang terinfeksi masuk dari luar negeri sebanyak 102 orang dari gelombang kasus terbaru.

Komisi Kesehatan Nasional tidak menghitung kasus tanpa gejala dalam penghitungan kasus infeksi virus corona terkonfirmasi sampai pasien menunjukkan gejala, seperti demam atau batuk.

KABAR WUHAN China Terupdate - Lonjakan Kasus Covid-19 Tanpa Gejala, Status Bebas Wabah Dicabut

Hingga Selasa (7/4), ada 1.095 pasien virus corona tanpa gejala berada di bawah pengawasan medis di Tiongkok.

Sebanyak 358 pasien di antaranya adalah pelancong yang datang dari luar negeri.

China memang mempertahankan protokol penyaringan ketat.

Hal itu seiring kekhawatiran akan kebangkitan infeksi dari pembawa virus yang tidak menunjukkan gejala dan pelancong yang terinfeksi yang datang dari luar negeri.

Untuk membendung infeksi dari luar perbatasan, China telah memangkas jumlah penerbangan internasional dan menolak masuk ke hampir semua orang asing.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved