Breaking News:

Indonesia Lawyers Club

Mahfud MD Buka-bukaan di ILC tvOne Selasa Malam! Endus Praktik Adu Domba saat Corona Melanda Negeri

Mahfud MD kemudian menjelaskan latar belakang putusan memberi penangguhan penahanan dan pembebasan bersyarat kepada Napi.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD dalam wawancara khusus dengan Kompas di Kantor Redaksi Kompas, Menara Kompas, Jakarta, belum lama ini. Mahfud MD Buka-bukaan di ILC tvOne Selasa (7/4/2020) Malam WIB, Endus Ada Praktik Adu Domba di Tengah Wabah Virus Corona. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Indonesia Lawyers Club atau ILC live tvOne dengan topik 'Corona: Badai Semakin Kencang' berlangsung menarik, Selasa (7/4/2020) malam WIB.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ( Menko Polhukam ) Moh. Mahfud MD, tampil sebagai narasumber via telewicara.

Kemudian ada juga Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Refly Harun, Saor Siagian, Dokter Sepesialis Penyakit Dalam, Ari Fahrial Syam, dan Effendi Gazali.

Ada juga Dr Ir Mochammad Fadjroel Rachman MH, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi sekaligus Juru bicara Presiden.

Pada diskusi kali ini Mahfud MD menjadi sorotan.

Mahfud MD sempat bertanya ulang ke host ILC TV One Karni Ilyas mengenai tema yang akan diulas.

Hasil ILC tvOne Topik Corona: Badai Semakin Kencang | Karni Ilyas Kabarkan Sopir Taksi Bunuh Diri

"Silakan tadi melebar banyak sekali saya tidak tahu yang mana saya mau jawab. Fokusnya nda ada anyak basa basi tadi," kata Mahfud MD sambil memperbaiki posisi mic seperti dilansir tribun-timur.com dari akun YouTube Indonesia Lawyers Club.

Karni Ilyas menjelaskan ulang pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menjelaskan kebijakan pemerintah memberi remisi dan penangguhan penahanan kepada sejumlah napi di masa pandemi Virus Corona atau Covid-19.

"Menteri hukum dan HAM tadi dia sudah bicara dalam urusan dan HAM. Yaitu tentang policy memberikan resmisi dan juga penangguhan menjalani hukuman penjara kepada napi. Kemudian jadi polemik adalah soal adanya wacana napi koruptor akan diberi. Saya juga mengusulkan narkoba itu undang-undangnya itu disegerakan lah agar tidak semua pemakai harus ditaro di penjara sehingga penjara kita itu jangankan untuk tidur untuk berdiri tidak muat," kata Karni Ilyas.

Mahfud MD kemudian menjelaskan latar belakang putusan memberi penangguhan penahanan dan pembebasan bersyarat kepada Napi.

Halaman
1234
Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved