Virus Corona Masuk Kalbar

Perketat Pintu Masuk Kalbar, Kadishub: Semua Pendatang dari Luar Kalbar Ditetapkan Menjadi ODP

Status ODP menurut SOP Kemenkes ada dua kategori yakni termasuk Orang Tanpa Gejala dan ada orang yang menunjukan gejala .

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Kadis Perhubungan Provinsi KalBar Manto (kiri) bersama Kepala Unit Operasional dan Humas Jasaraharja Provinsi Kalimantan Barat Amman Ghozali (Kanan) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat, Manto mengatakan sesuai SOP penumpang yang datang dari Bandara akan mencelupkan jarinya menggunakan tinta KPU dan ditetapkan sebagai ODP.

SOP diberlakukan untuk mengindentifikasi penumpang dari daerah rawan Covid-19 dan mereka yang datang ditetapkan jadi ODP serta harus mengkarantina diri secara mandiri selama empat belas hari.

“Status ODP menurut SOP Kemenkes ada dua kategori yakni termasuk Orang Tanpa Gejala dan ada orang yang menunjukan gejala . Jadi mereka semua diberi tanda dengan mencelup tangan ke tinta dan dilarang untuk menghapus . Jika dihapus akan dikenakan sanksi,” ujar Manto.

77 Warga Singkawang Berstatus ODP, Barita Ompusunggu: 171 Warga Selesai Dalam Pemantauan

Tinta tersebut menunjukan supaya mereka yang datang melakukan Karantina Mandiri di Rumah Masing-masing selama empat belas hari untuk antisipasi penyebaran Covid-19 yang bisa saja datang dari siapapun mesti tidak menimbulkan gejala.

SOP mencelupkan tangan ketinta untuk menandakan bahwa orang tersebut baru datang dari luar Kalbar dan ditetapkan sebagai ODP.

Namun belum diterapkan di pintu masuk lainnya seperti di PLBN dan Kapal - kapal, tapi tentu penjagaan pintu masuk saat ini terus di perketat.

Ia menjelaskan bahwa akan ada pemulangan warga Indonesia yang masih ada di Serawak Malaysia yang ingin pulang ke Kalbar .

“Kita selalu welcome memang itulah kewajiban kita dan kita tidak boleh untuk menolak mereka bagaimanapun kondisi mereka bahkan sudah jadi mayat pun tetap harus kita terima,” ujarnya , Minggu (5/4/2020).

Namun pengetatan penjagaan hari demi hari terus dilakukan dengan berbagai pendekatan dan tentu ada SOP yang sudah resmi berlaku bahwa KKP merupakan bagian terdepan untuk mendeteksi mereka .

“Maka sejak awal mereka masuk ke Kalbar sudah di bekali dengan kartu HAC yang berisi identitas dan kondisi kesehatan mereka ,” ujarnya .

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved