Virus Corona Masuk Kalbar

77 Warga Singkawang Berstatus ODP, Barita Ompusunggu: 171 Warga Selesai Dalam Pemantauan

Setiap ODP telah dilakukan kunjungan dan pendataan, data kemudian dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

TRIBUNPONTIANAK/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, dr Barita Ompusunggu (kanan) Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie (tengah) dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Aziz Kota Singkawang, dr Ruchanihadi memberikan keterangan usai melakukan rapat koordinasi (rakor) lintas instansi mengenai kesiapsiagaan merebaknya virus corona di ruang rapat Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Rabu (29/1/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - 77 warga Kota Singkawang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) terhitung hingga hari ini, Minggu, (5/4/2020) hingga pukul 14.00 wib.

"Selesai dalam pemantauan 171 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, dr Barita Ompusunggu, Minggu (5/4/2020).

ODP ini tersebar di beberapa kecamatan di antaranya Kecamatan Singkawang Barat 33 orang, Kecamatan Singkawang Timur 15 orang, Kecamatan Singkawang Selatan 71 orang, Kecamatan Singkawang Tengah 67 orang dan Kecamatan Singkawang Utara 62 orang dengan total keseluruhan 248 orang.

Catering Makanan di Pontianak Sepi dan Tutup, Pengusaha Mengalami Kerugian hingga Puluhan Juta

Lebih lanjut dr Barita menjelaskan ODP adalah orang dalam pemantauan yang berada di rumah.

Mereka yang punya riwayat kontak dan perjalanan ke luar daerah yang zona merah walau pun tanpa keluhan.

Setiap ODP telah dilakukan kunjungan dan pendataan, data kemudian dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

Petugas melakukan pemantauan pertama kunjungan rumah untuk melihat kondisinya.

Mereka lalu diberikan edukasi dan meninggalkan nomor kontak petugas serta pesan agar mereka melakukan monitoring diri sendiri.

Namun jika ada keluhan di antaranya demam, batuk dan pilek, diharapkan mereka menghubungi petugas. Komunikasi dilakukan by phone sehingga tidak mesti melakukan kontak face to face.

"Mereka karantina mandiri, kalau ada keluhan baru kita lakukan tindakan," tuturnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Lakukan social distancing serta menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan melalui pola hidup bersih dan sehat. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved