Virus Corona Masuk Kalbar

Banyak Resepsi Pernikahan Dibatalkan, Pengusaha Percetakan Undangan Turun Omzet Secara Drastis

Maka pihak pengusahan percetakan undangan pun memberikan toleransi kapada konsumen yang telah me-cancel atau menunda orderannya itu.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Contoh Undangan Pernikahan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Banyaknya pembatalan acara resepsi pernikahan akibat Covid-19.

Sehingga pemerintah mengambil kebijakam agar tidak ada yang mengadakan kegiatan keramaian.

Seperti halnya pengadaan resepsi pernikahan yang tentunya akan mengundang perkumpulan banyak orang. 

Dan tentu hal ini sangat dilarang oleh pemerintah.

Kisah Sedih Polwan di Bandung Batalkan Resepsi Pernikahan hingga Pesta Adat karena Wabah Corona

Maka demikian hal itu menjadi permasalahan utama bagi para pengusaha cetak undangan di Pontianak.

Salah satu pengusaha cetak undangan Kota Pontianak, Ismail mengatakan semenjak adanya virus corona (covid-19) dan semenjak beredarnya kebijakan pemerintah tentang pencegahan penyebaran covid-19.

Dari hal tersebut, Ismail akui bahwa orderannya menurun secara drastis.

"Penghasilan jauh dari sebelum adanya virus covid-19, penjualan dalam minggu ini ada penurunan dan sebelumnya mengalami penurunan secara drastis," jelasnya.

Ia katakan sekitar 40 sampai 50 persen konsumen berkurang.

Sementara itu, Hendra yang juga merupakan pengusaha percetakan undangan pernikahan mengakui atas penurunan orderan dan bahkan banyak konsumennya yang mencencel pesanannya .

Hendra katakan ada penurunan penghasilan sekitar 50 persen.

"Untuk percetakan undangan terutama pernikahan sangat turun drastis, akibat ditundanya acara resepsi, banyak konsumen kita memilih mengcancel orderan, sebagian memilih minta di pending," ungkap Hendra.

"Hampir 70an konsumen itu dicancel, karena tidak diperbolehkan mengadakan acara di bulan april ini," sebut Hendra.

Yang biasa dalam sehari kurang lebih ada empat sampai tujuh konsumen yang memesan jasa cetak undangan, namun kali ini diakui Hendra dalam minggu terakhir bulan maret 2020 mengalami perubahan yang sangat signifikan.

"Untuk sekarang dalam satu minggu saja susah mencapai dua atau tiga orderan, biasanya ada pun hanya sekedar booking tanggal aja," kata Hendra.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved