Corona Masuk Indonesia

KORBAN Virus Corona di Amerika Diprediksi Tembus 81 Ribu Jiwa, Covid-19 Tak Mereda Sampai Juni 2020

Amerika Serikat kini melesat menjadi negara dengan jumlah kasus infeksi virus Corona tertinggi di dunia.

Timothy A Clary/AFP
KORBAN Virus Corona di Amerika Diprediksi Tembus 81 Ribu Jiwa, Covid-19 Tak Mereda Sampai Juni 2020 /ILUSTRASI PETUGAS MEDIS DI AMERIKA SERIKAT 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Amerika Serikat kini melesat menjadi negara dengan jumlah kasus infeksi virus Corona tertinggi di dunia. 

Mengalahkan China yang menjadi negara pertama penyebaran virus yang diidentifikasi sebagai SARS-CoV-2 penyebab pandemi glonal Covid-19 itu. 

Amerika Serikat juga mengalahkan Italia dan Spanyol, dua negara dengan jumlah pasien positif Corona dan jumlah korban tewas terbanyak di Eropa sejauh ini. 

Sejumlah analisis dan prediksi mengkhawatirkan terkait dampak besar yang mengintai Negeri Paman Sam (julukan Amerika Serikat). 

RAHASIA China Sukses Redam Virus Corona, Efektif Pada 90% Kasus | Jangan Sepelekan Obat Tradisional

Baru-baru ini, sebuah analisis data yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Washington menyebutkan, pandemi virus corona dapat membunuh lebih dari 81.000 orang di Amerika Serikat (AS) dalam empat bulan ke depan.

Seperti dikutip dari Kontan.co.id yang melansirnya dari Reuters, analisis tersebut juga menyebut, wabah corona di AS kemungkinan tidak surut sampai Juni 2020 mendatang.

Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit diperkirakan akan memuncak secara nasional pada minggu kedua bulan April, meskipun puncaknya mungkin datang kemudian di beberapa negara.

Dokter Andriani Menangis Terima APD untuk Layani Pasien Kasus Virus Corona di Kalbar

Analisis yang menggunakan data dari pemerintah, rumah sakit dan sumber lain, memprediksikan jumlah kematian di AS bisa sangat bervariasi, mulai dari yang terendah sekitar 38.000 hingga paling tinggi sekitar 162.000.

"Varian ini sebagian disebabkan oleh perbedaan tingkat penyebaran virus di berbagai wilayah, yang masih sulit dijelaskan oleh para ahli," kata Dr. Christopher Murray, Direktur Institute for Health Metrics and Evaluation di University of Washington.

Analisis ini juga menyoroti tekanan yang akan ditempatkan di rumah sakit.

Halaman
123
Editor: Ishak
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved