Corona Masuk Indonesia
KORBAN Tewas Corona Capai 14 Ribu, Menginfeksi 100 Ribu Orang Hanya dalam 11 Hari | Instruksi WHO
Tedros meminta semua negara untuk menggunakan strategi defensif dan ofensif dalam memerangi pandemi.
VIRUS Corona yang merebak menjadi pandemi global terus menebar ancamannya, sejak kemunculannya pertama kali di Wuhan, China, penghujung 2019.
Jumlah kematian dan jumlah infeksi yang diakibatkan oleh virus mematikan yang diidentifikasi sebagai SARS-CoV-2 dengan akibat masalah kesehatan Covid-19 itu terus meningkat.
Situasi itu membawa kekhawatiran bagi organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO).
Pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan, pada hari Senin, sedikitnya tercatat lebih dari 300.000 kasus Covid-19 telah dilaporkan dari hampir setiap negara dan wilayah di dunia.
• Bersama Lawan Virus Corona, Wali Kota : Sekarang Bukan Saatnya Saling Menyalahkan
WHO memperingatkan, penyebaran pandemi semakin cepat.
Dikutip dari Kontan.co.id yang melansir Xinhua, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, hanya butuh 67 hari dari kasus Covid-19 yang dilaporkan pertama untuk mencapai 100.000 kasus pertama di seluruh dunia.
Sementara itu, 100.000 kasus kedua dan ketiga dilaporkan hanya berlangsung dalam 11 hari.
Di mana masing-masing pertumbuhannya sebanyak 4 hari.
"Angka penting, karena mereka bukan hanya angka," kata Tedros, mengingatkan bahwa di belakang angka adalah orang-orang yang kehidupan dan keluarganya telah terbalik.
• Gubernur Sutarmidji Serukan Tunda Pesta, Jumlah ODP Virus Corona Covid-19 di Kalbar Terus Bertambah
Data WHO menunjukkan, total sudah ada 332.935 kasus virus corona, termasuk 14.510 kematian, yang telah dilaporkan pada 10:00 CET (09:00 GMT) Senin (23/03/2020).
Virus ini sudah menyebar ke 189 negara dan wilayah.
Di luar China, negara-negara yang paling terkena dampak dengan masing-masing 10.000 kasus -Italia, Amerika Serikat, Spanyol, Jerman, Iran dan Prancis- telah melaporkan lebih dari 180.000 kasus.
Tedros meminta semua negara untuk menggunakan strategi defensif dan ofensif dalam memerangi pandemi.
Sebagai strategi defensif, langkah-langkah jarak fisik seperti meminta orang untuk tinggal di rumah merupakan hal penting dalam memperlambat penyebaran virus dan membeli waktu, kata Tedros.
• Istri Pasien Positif Virus Corona di Pontianak Positif Covid-19, ODP di Kalbar Tambah 108 Sehari
"Untuk menang, kita perlu menyerang virus dengan taktik agresif dan bertarget," jelasnya.