Corona Masuk Indonesia
Terkait Kasus Corona, DPRD Sambas Minta Pemkab Tidak Kecolongan
"Jika memang hanya bertujuan untuk melancong ke Malaysia, saya kira lebih baik diurungkan dulu sementara
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
"Setiap ada pelintas batas yang batuk pilek dan demam dari petugas KKP Aruk lapor ke Dinkes," ujar Fatah Mariyuani.
• Bukan Corona, Tenaga Kerja asal China di Ketapang Positif Demam Berdarah
"Dari laporan itu, terus Dinkes menginstruksikan ke Kepala Puskesmas untuk follow up nya," kata Fatah Mariyuani.
Dari hasil laporan, ia sampaikan bahwa masih aman. Dan tidak terindikasi kasus Corona.
"Sementara sampai sekarang masih aman," kayanya.
Ia sampaikan, dari hasil pemeriksaan bahwa yang bersangkutan hanya mengalami batuk pilek biasa.
"Kan kasus yang dijumpai hanya batuk pilek biasa yang menurut KKP gak ada indikasi Corona," katanya.
"Kalau diagnosanya ada indikasi tentu harus masuk ruang isolasi Rumah Sakit dan diambil sweabnya dikirim ke Jakarta untuk memaastikan Corona," tutup Fatah Mariyuani.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bagus-setiadi-sesaat-setelah-dilantik-menjadi-anggota-dprd-kabupaten-sambas-ftgythty.jpg)