Corona Masuk Indonesia
Terkait Kasus Corona, DPRD Sambas Minta Pemkab Tidak Kecolongan
"Jika memang hanya bertujuan untuk melancong ke Malaysia, saya kira lebih baik diurungkan dulu sementara
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
"Lain halnya dengan urusan pekerjaan atau memang mencari rezeki, namun hindarilah tempat yang ramai dan sesak dengan berbagai orang, patuhi pemeriksaan kesehatan di pintu masuk antar negara, segera lakukan pemeriksaan diri jika merasakan gejala-gejala seperti yang sudah disosialisasikan," tutup Bagus Setiadi.
Beri Notifikasi
Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Kabupaten Sambas, Purwoto mengatakan jika saat ini PLBN aruk telah memberikan dua notifikasi kepada pelintas di PLBN Aruk.
Ia sampaikan, sebelumnya terdapat dua pelintas yang merupakan WNI asal Kecamatan Selakau dan Kecamatan Samalantan diberikan notifikasi untuk dipantau oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dan Bengkayang.
"Pada tanggal 8 Maret 2020, terdapat dua pelintas WNI asal Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas dan Kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang, keduanya melintas dengan kondisi batuk pilek, namun suhu badannya masih normal," ujar Purwoto.
Meski dalam kondisi tidak mengkhawatirkan. Kata Purwoto, keduanya tetap diminta untuk dilakukan pemantauan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang.
"Oleh sebab itu diberikan notifikasi dan dilaporkan ke Dinas wilayah pelintas untuk dipantau oleh dinas selama 14 hari ke depan," papar Purwoto.
Meski di Indonesia sudah terdapat beberapa kasus yang positif covid-19 atau Corona, Purwoto mengatakan saat ini tidak ada perubahan SOP yang dilakukan oleh PLBN Aruk.
"SOP kita tidak berubah, seluruh pelintas diberikan kartu kewaspadaan dan dilakukan Thermoscanner, petugas selalu menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker," kata Purwoto.
"Dan tidak ada toleransi kepada seluruh pelintas termasuk sopir wajib diberikan kartu kewaspadaan dan dilakukan thermoscaner," paparnya.
Kepala PLBN Aruk itu mengungkapkan tidak bisa dengan serta merta dilakukan penutupan begitu saja di PLBN Aruk dan PLBN-PLBN lainnya, hal ini sulit dilakukan mengingat fungsi PLBN tersebut.
"Saat ini PLBN Aruk tidak mungkin ditutup, karena fungsinya tak hanya sebagai perlintasan orang namun juga keluar masuknya barang," tutupnya.
Update Pelintas di PLBN
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Fatah Mariyuani mengatakan jika ada laporan bahwa ada Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA) yang melintas di PLBN Aruk, dalam keadaan demam, pihaknya akan selalu dapat laporan.
Dan beberapa hari lalu, mereka menerima laporan bahwa ada WNI yang melintas dalam keadaan demam dan batuk pilek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bagus-setiadi-sesaat-setelah-dilantik-menjadi-anggota-dprd-kabupaten-sambas-ftgythty.jpg)