Corona Masuk Indonesia
Terkait Kasus Corona, DPRD Sambas Minta Pemkab Tidak Kecolongan
"Jika memang hanya bertujuan untuk melancong ke Malaysia, saya kira lebih baik diurungkan dulu sementara
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
SAMBAS - Sekretaris Komisi 1 DPRD Kabupaten Sambas, Bagus Setiadi mengatakan sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia baik di darat, laut dan udara.
Ia mengingatkan pemerintah Kabupaten Sambas agar serius dan ketat dalam mengawasi dan mengamankan daerahnya dari ancaman virus Covid-19 atau Corona dari Negara Malaysia.
Ia menjelaskan, saat ini untuk Rumah Sakit rujukan untuk pasien penderita Corona adalah Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang, sesuai dengan arahan dari kementrian Kesehatan RI.
Namun demikian, RSUD Sambas dan Pemangkat juga mesti memiliki kesiapan untuk penanganan awal bagi pasien Corona.
• Launching QRIS, Agus Chusaini: Transaksi Non Tunai Kini Lebih Mudah dan Efisien
"Jika pada kondisi dimana ditemukan pelintas dengan kategori mirip gejala terpapar corona di PLBN Aruk, artinya mesti dilakukan penanganan awal, setidaknya harus ada ambulans khusus dari PLBN yang bisa mengantar suspect ke RSUD Abdul Azis Singkawang," ujarnya, Senin (9/3/2020).
"Atau jika mesti ke RSUD Sambas dulu, maka fasilitas penunjang juga mesti ada, misalnya ruang karantina sementara sebelum diantar ke RSUD Abdul Azis Singkawang, jangan sampai kecolongan," tutur Bagus Setiadi.
Ia mengingatkan tentang situasi saat ini terhadap kasus Positif Corona di Indonesia. Meurut Bagus, peningkatan dan kewaspadaan adalah hal yang amat wajar dilakukan.
"Kita memiliki dua pintu masuk bagi warga Negara Malaysia, pertama melalui PLBN Aruk dan melalui PLB di Desa Temajuk-Kampong Melano," katanya.
"Untuk itu, kewaspadaan tak hanya bagi WNA yang masuk melalui dua akses tersebut, tapi juga WNI yang kembali dari Malaysia," paparnya.
Di Sampaikan Bagus, bisa saja dilakukan penutupan PLBN oleh pemerintah daerah. Hal itu untuk meningkatkan kewaspadaan di Kabupaten Sambas dalam menghadapi kasus tersebut.
"Mungkin secara ekonomi dalam hal perlintasan barang melalui pintu PLBN Aruk untuk menutup sementara adalah hal yang sulit," tuturnya.
"Namun bukan hal yang mustahil untuk dilakukan, ini demi menjaga masyarakat kita. Namun sebagai langkah awal saya kira peningkatan kewaspadaan dan SOP yang lebih baik lagi harus diupayakan dengan segera," jelas Bagus Setiadi.
Karenanya, Bagus menghimbau agar masyarakat Kabupaten Sambas untuk sementara bisa mengurungkan niatnya untuk bepergian ke Malaysia lewat PLBN Aruk dan lainnya.
Namun bisa saja untuk melakukan bepergian ke luar negeri, jika dalam kondisi tertentu.
"Jika memang hanya bertujuan untuk melancong ke Malaysia, saya kira lebih baik diurungkan dulu sementara," tuturnya
"Lain halnya dengan urusan pekerjaan atau memang mencari rezeki, namun hindarilah tempat yang ramai dan sesak dengan berbagai orang, patuhi pemeriksaan kesehatan di pintu masuk antar negara, segera lakukan pemeriksaan diri jika merasakan gejala-gejala seperti yang sudah disosialisasikan," tutup Bagus Setiadi.
Beri Notifikasi
Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Kabupaten Sambas, Purwoto mengatakan jika saat ini PLBN aruk telah memberikan dua notifikasi kepada pelintas di PLBN Aruk.
Ia sampaikan, sebelumnya terdapat dua pelintas yang merupakan WNI asal Kecamatan Selakau dan Kecamatan Samalantan diberikan notifikasi untuk dipantau oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dan Bengkayang.
"Pada tanggal 8 Maret 2020, terdapat dua pelintas WNI asal Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas dan Kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang, keduanya melintas dengan kondisi batuk pilek, namun suhu badannya masih normal," ujar Purwoto.
Meski dalam kondisi tidak mengkhawatirkan. Kata Purwoto, keduanya tetap diminta untuk dilakukan pemantauan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang.
"Oleh sebab itu diberikan notifikasi dan dilaporkan ke Dinas wilayah pelintas untuk dipantau oleh dinas selama 14 hari ke depan," papar Purwoto.
Meski di Indonesia sudah terdapat beberapa kasus yang positif covid-19 atau Corona, Purwoto mengatakan saat ini tidak ada perubahan SOP yang dilakukan oleh PLBN Aruk.
"SOP kita tidak berubah, seluruh pelintas diberikan kartu kewaspadaan dan dilakukan Thermoscanner, petugas selalu menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker," kata Purwoto.
"Dan tidak ada toleransi kepada seluruh pelintas termasuk sopir wajib diberikan kartu kewaspadaan dan dilakukan thermoscaner," paparnya.
Kepala PLBN Aruk itu mengungkapkan tidak bisa dengan serta merta dilakukan penutupan begitu saja di PLBN Aruk dan PLBN-PLBN lainnya, hal ini sulit dilakukan mengingat fungsi PLBN tersebut.
"Saat ini PLBN Aruk tidak mungkin ditutup, karena fungsinya tak hanya sebagai perlintasan orang namun juga keluar masuknya barang," tutupnya.
Update Pelintas di PLBN
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Fatah Mariyuani mengatakan jika ada laporan bahwa ada Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA) yang melintas di PLBN Aruk, dalam keadaan demam, pihaknya akan selalu dapat laporan.
Dan beberapa hari lalu, mereka menerima laporan bahwa ada WNI yang melintas dalam keadaan demam dan batuk pilek.
"Setiap ada pelintas batas yang batuk pilek dan demam dari petugas KKP Aruk lapor ke Dinkes," ujar Fatah Mariyuani.
• Bukan Corona, Tenaga Kerja asal China di Ketapang Positif Demam Berdarah
"Dari laporan itu, terus Dinkes menginstruksikan ke Kepala Puskesmas untuk follow up nya," kata Fatah Mariyuani.
Dari hasil laporan, ia sampaikan bahwa masih aman. Dan tidak terindikasi kasus Corona.
"Sementara sampai sekarang masih aman," kayanya.
Ia sampaikan, dari hasil pemeriksaan bahwa yang bersangkutan hanya mengalami batuk pilek biasa.
"Kan kasus yang dijumpai hanya batuk pilek biasa yang menurut KKP gak ada indikasi Corona," katanya.
"Kalau diagnosanya ada indikasi tentu harus masuk ruang isolasi Rumah Sakit dan diambil sweabnya dikirim ke Jakarta untuk memaastikan Corona," tutup Fatah Mariyuani.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bagus-setiadi-sesaat-setelah-dilantik-menjadi-anggota-dprd-kabupaten-sambas-ftgythty.jpg)