Terkait Kasus Kekerasan Anak di Kayong Utara, Ini Penuturan Sekda Hilaria
Sehingga untuk pelampiasan yang paling gampang bagi orangtua itu adalah kekerasan kepada anaknya
Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Jamadin
KAYONG UTARA - Sekretaris Daerah Kayong Utara, Hilaria Yusnani tidak memungkiri banyak kasus kekerasan terhadap anak di daerahnya.
Kekerasan tidak hanya terjadi dalam keluarga, tetapi juga di lingkungan masyarakat hingga sekolah.
Oleh karenanya Pemerintah Daerah menggelar Rakor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Aula Pendopo Bupati, Sukadana, Kamis (27/2/2020).
Rakor ini digelar sebagai satu upaya untuk menekan kasus kekerasan terhadap anak.
"Supaya bagaimana caranya mereka menghindarkan diri dari kekerasan dan menyadarkan orangtua agar tidak melakukan kekerasan kepada anak-anak mereka," kata Hilaria Yusnani usai Rakor tersebut.
• Lapas Ketapang Sampaikan Resolusi Tahun 2020, akan Tingkatkan Integrasi Pembebasan Bersyarat
Hilaria Yusnani mengatakan, penyebab kekerasan terhadap anak sangat kompleks.
Bisa jadi karena faktor ekonomi, kondisi orangtua labil, atau faktor tekanan lain.
"Sehingga untuk pelampiasan yang paling gampang bagi orangtua itu adalah kekerasan kepada anaknya," papar Hilaria Yusnani
Dia lantas mencontohkan kasus yang dialami seorang anak tahun lalu.
Seorang ayah tega mematahkan tangan anaknya sendiri.
Sebabnya sepele, hanya karena sang anak mengambil makanan dari piring ayahnya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut: