Isak Tangis Pecah di Malam Perpisahan Pekan Bakti Mahasiswa Kelompok 58 IAIN Pontianak
Pada malam itu, kami jadi ndak mau pulang. Karena anak-anak disana yang tidak menghendaki kami pulang
LANDAK - Suasana malam perpisahan Mahasiswa PBM Kelompok 58 IAIN Pontianak bersama Masyarakat Tanjung Pandan, Dusun Tanjung Sosor Desa sungai segak kecamatan sebangki kabupaten Landak
Selama kurang lebih 7 hari, Mahasiswa PBM IAIN Pontianak 2020 Kelompok 58 telah melakukan pengabdian dan pembelajaran sebagai wujud tri darma perguruan tinggi menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa.
Jumat (21/2/2020) merupakan hari terakhir mahasiswa menggelar kegiatan di desa itu.
Malam harinya, Mahasiswa PBM Kelompok 58 IAIN Pontianak menggelar acara perpisahan bersama Masyarakat Tanjung Pandan, Dusun Tanjung Sosor Desa Sungai Segak, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, yang juga dihadiri para santri.
• Mahasiswa IAIN Pontianak Gelar Gotong Royong Bersama Santri
Perpisahan Mahasiswa PBM IAIN Pontianak Kelompok 58 disambut Isak Tangis Santri dan Warga.
Malam perpisahan Mahasiswa PBM kelompok 58 IAIN Pontianak diawali dengan penampilan tari Pesona yang di tampilkan oleh santri At-ta'lim II Tanjung.
Masyarakat dan Santri Madaris lembaga pendidikan sosial dan Dakwah At-ta'lim II Tanjung Pandan ikut turut serta di malam perpisahan itu.
Rasa haru pun mewarnai acara perpisahan tersebut, sambutan demi sambutan pun disampaikan oleh Busyiri kepala sekolah SMA .
Penanggung Jawab ketua lembaga pendidikan sosial dan dakwah At-ta'lim II Tanjung Pandan, Mat Rokop turut memberikan pesan dan kesan di malam perpisahan.
"Terima kasih kepada adek-adek Mahasiswa PBM IAIN Pontianak yang telah memilih Sekolah kami sebagai lokasi PBM dan semoga ilmu yang didapat di di lembaga kami bisa menjadi ilmu yang bermanfaat," ujar Mat Rokip
Tertawa bahagia di sela-sela acara menjadi pelengkap rasa suka duka Mahasiswa PBM dan Masyarakat serta Santri.
• IAIN Pontianak Gelar Pekan Bakti Mahasiswa di Kubu Raya dan Landak
Antusias warga setempat menghadiri acara tersebut membuat tangis haru tuan rumah selaku penanggung jawab dari kelompok 58
"Sedih rasanya ketika Mahasiswa PBM sudah mencapai waktu yang ditetapkan oleh kampus dan mereka harus pergi meninggalkan kita. Namun saya harap tidak lupa dengan keluarga baru di sini," ungkap Faza.
Pada malam perpisahan juga diiringi isak tangis warga, anak-anak dan mahasiswa yang pecah saat mahasiswa tampil dan menyanyikan lagu perpisahan termanis dengan diiringi musik dan puisi untuk seluruh masyarakat di sana.

Sehingga air mata tidak dapat lagi terbendung dan semua warga ikut menangis karena tak tahan dengan suasana yang ada.