Kodam XII Tanjungpura Paparkan Program Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Sambas
Jadi program ini harus di ketahui oleh semuanya, bukan hanya kita disini. Tapi sampai masyarakat yang ada di pelosok juga harus tahu
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
"Serta membantu tugas pemerintahan di daerah dan mendukung dalam pengelolaan program peningkatan percepatan pembangunan daerah, sekaligus sebagai tenaga yang kompeten serta mampu menghadapi setiap perubahan maupun tantangan dilapangan," tegasnya.
Ia menjelaskan, jika Pembangunan Daerah Tertinggal sesuai dengan Undang-Undang Desa sebagai titik tolak atas lahirnya (kembali) desa baru.
Tidak hanya itu juga sekaligus menjadi momentum untuk mengoreksi total paradigma lama tentang tata kelola desa, yang berlandaskan pada prinsip keberagaman.
"Serta mengedepankan asas rekognisi dan subsidiaritas dengan mengutamakan pada sudut pandang sosial, pendidikan, ekonomi dan pada aspek budaya masyarakat desa khususnya yang di daerah tertinggal," ungkapnya.
Untuk itu, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, nantinya dengan memberdayakan Babinsa. Dengan mengedepankan pendekatan yang bertumpu kepada kekuatan sosial, ekonomi dan ekologi
"Dan tanpa melupakan kekuatan budaya, sejarah, dan kearifan lokal, sehingga apabila tujuan dipergunakan dengan baik sebagai acuan dalam melakukan integrasi dan sinergi pembangunan, maka kondisi masyarakat desa yang sejahtera, adil, dan mandiri seperti yang dicita-citakan tidak mustahil untuk diwujudkan di masing-masing wilayah binaan dijajaran Kodim 1208/Sambas," tutupnya.
Karhutla Berkurang
Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah mengatakan luas lahan yang terbakar akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2019, berkurang sebesar 36% dari tahun sebelumnya.
"Pada 2019 di Kabupaten Sambas ada ada 408 titik hotspot, dengan luas lahan terbakar 1056 Hektare. Jika di bandingkan dengan tahun sebelumnya ada penurunan sebesar 36 persen dari jumlah tahun sebelumnya terkait luas lahan yang terbakar, meski ada kenaikan titik hotspot," ujar Hairiah.
"Namun kita berhasil menurunkan luas lahan yang terbakar di Kabupaten Sambas," sambungnya.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Program Desa Mandiri, Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa, Selasa (18/2/2020), di Kodim 1208/Sambas.
Untuk itu, ia berharap pada tahun ini Sambas tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan. Sehingga bisa terwujud Zero Hotspot di Kabupaten Sambas.
"Oleh karenanya, kita berharap tahun ini kita di Kabupaten Sambas, bisa zero asap di tahun 2020," kata Hairiah.
• Dugaan Terlibat Pencurian Motor, Dua Remaja di Kayong Utara Ditangkap Polisi
Sementara itu, ia sampaikan untuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Kodim 1208/Sambas ia sampaikan jika itu selaras dengan program pemerintah Kabupaten Sambas.

Ia katakan, jika tahun ini Pemkab Sambas menargetkan ada 18 Desa Mandiri. Untuk itu, dengan dilaksanakannya kegiatan itu, ia berharap bisa mempercepat kemandirian Desa di Sambas.