Petaka Siswi SMP
KISAH LENGKAP Candaan Tarik Kursi Berbuah Petaka di SMPN 4 Sintang, dari Kronologi ke Rumah Sakit
meskipun kondisi dilaporkan membaik, namun korban rencananya akan dirujuk ke Pontianak untuk penanganan lebih lanjut
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Muhammad Firdaus
Sebab, selama ini Disdik sudah gencar melakukan upaya sosialisasi dan imbauan ke peserta didik, guru maupun orangtua murid.
Kejadian ini, kata Ukis, musibah dan menjadi pelajaran penting sehingga perlu peningkatan imbauan agar tidak terjadi peristiwa serupa.
“Niatnya bercanda, tapi berakibat fatal Kejadian ini menjadi catatan penting kami,” katanya.
“Kami akan terus mengimbau agar ini menjadi perhatian bersama, baik orangtua, guru dan peserta didik. Ke depan harus ada pendampingan peserta didik, baik saat jam belajar, maupun istirahat,” imbuh Magdalena Ukis.
4. Sepakat Musyawarah
Candaan tarik kursi berujung petaka di SMPN 4 Sintang kini telah diselesaikan secara musyawarah oleh kedua belah pihak.
Orangtua Opi dan orangtua AG bersepakat menyelesaikan persoalan ini melalui jalur musyawarah.
"Intinya begini, kita punya tanggungjawab. Walaupun itu kecelakaan, anak-anak juga tidak menginginkan kejadian tersebut," ujar Kepala SMPN 04 Sintang, Sarbaini.
Pihak sekolah juga menginisiasi jalannya musyawarah mengundang kedua belah pihak ke sekolah.
Orangtua siswa AG juga sepakat untuk tanggungjawab membantu biaya pengobatan Opi. "Yang penting ada niat untuk tanggungjawab," imbuhnya.
Harapan Sarbaini, persitiwa ini menjadi yang terakhir. "Gurau boleh, tapi kalau seperti itu guraunya bisa berakibat fatal dampaknya,” tegasnya.
“Saya menekankan kepada guru bahwa pembinaan karakter itu penting. Korban saat ini masih di rumah sakit, rencananya oleh orangtuanya akan dibawa ke Pontianak," imbuh Sarbaini.
Dari persitiwa ini, KPAI dan kepolisian juga sudah meminta keterangan namun keduabelah pihak enggan memberikan.
"Waktu KPAI dan kepolisian minta keterangan, mereka juga tidak bersedia memberikan keterangan. Karena sudah selesai secara kekeluargaan,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Sintang, Gisi.
Disdikbud memang telah memanggil pihak sekolah, pada Sabtu (15/2/2020) lalu. “Saya panggil pihak sekolah minta penjelasan Mereka ada kesepakatan diselesaikan secara kekeluargaan,” terangnya.