Breaking News:

Kunjungi Sanggau, Ini Pesan Yang Disampaikan Kepala BKKBN RI

Kami dari BKKBN RI memiliki tiga program, yaitu pertama, tentang kependudukan.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ Diskominfo Sanggau
Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat menyerahkan cindera mata kepada Kepala BKKBN RI berupa plakat Sabang Merah dan kain batik Sabang Merah yang menjadi ciri khas Kabupaten Sanggau di Puskesmas Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sanggau, Sabtu (15/2/2020).. 

SANGGAU - Bupati Sanggau, Paolus menyambut kedatangan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, dr Hasto Wardoyo dalam rangka kegiatan peninjauan pelayanan KB MKJP di Puskesmas Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sanggau, Sabtu (15/2/2020).

Kemudian menyapa Komunitas Motor Peduli Kespro dan masyarakat perbatasan melalui Radio Republik Indonesia (RRI) Entikong.

Turut hadir pada kesempatan tersebut BKKBN Provinsi Kalbar, Forkompimda, Staf Ahli Bupati Bidang I, Rizma Aminin,  Kepala Dinsosp3akb Kabupaten Sanggau, Aloysius Yanto, Kepala OPD Kabupaten Sanggau, Camat Sekayam, Magaranap Siahaan, Forkopincam, Kepala Puskesmas Balai Karangan beserta staf, anak-anak Genre dan Komunitas Motor peduli Kespro.

Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengucapkan selamat datang kepada Kepala BKKBN RI di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

Perlu kita ketahui bahwa Kepala BKKBN RI ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Bupati Kulon Progo. 

Prihatin Siswa SD Silet Tangan, DPRD Minta Disdik Beri Pendampingan

"Sebelum beliau menjadi Kepala BKKBN RI, saya sudah pernah berkunjung di Kabupaten Kulon Progo dalam rangka studi banding atau belajar bersama bapak dr Hasto Wardoyo ini,"ujar Paolus Hadi.

Ia mengaku senang atas kunjungan dari Kepala BKKBN RI di Kecamatan sekayam dalam rangka melakukan peninjauan pelayanan KB MKJP di Puskesmas Balai Karangan, Kabupaten Sanggau.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKKBN RI, dr Hasto Wardoyo mengaku senang bisa hadir di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

"Kami dari BKKBN RI memiliki tiga program, yaitu pertama, tentang kependudukan. Dimana penduduk harus tumbuh seimbang, kedua, tentang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi dan ketiga pembangunan keluarga,"jelasnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada Adek-adek Genre Kecamatan Sekayam bahwa bahayanya nikah dini.

"Saya harap anak-anak Genre dan masyarakat Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau untuk tidak melaksanakan nikah dini, karena usia nikah yang sehat itu yakni untuk perempuan pada usia 21 tahun dan pria berusia 25 tahun. Kenapa untuk perempuan nikah di bawah umur 21 tahun dilarang, karena alat reproduksinya belum siap dan juga apabila perempuan nikah dibawah 21 tahun maka berisiko terjadinya kanker mulut rahim,"jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa batas usia perempuan boleh hamil hingga usia 35 tahun. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyerahkan cindera mata kepada Kepala BKKBN RI berupa plakat Sabang Merah dan kain batik Sabang Merah yang menjadi ciri khas Kabupaten Sanggau.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved