Drainase Dangkal Pontianak Banjir Lagi, Warga Minta Pemkot Lebih Peduli

Genangan air merendam kawasan Jalan Sepakat 2 hingga masuk ke sejumlah pemukiman warga.

Penulis: Peggy Dania | Editor: Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
PONTIANAK BANJIR - Kondisi banjir di Jalan Sepakat 2 Ayani Pontianak, Minggu 21 September 2025. Warga meminta Pemkot untuk serius menangani masalah banjir di sejumlah titik Kota Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Hujan deras yang mengguyur Kota Pontianak pada Minggu 21 September 2025 dini hari kembali menyisakan persoalan klasik yaitu banjir.

Genangan air merendam kawasan Jalan Sepakat 2 hingga masuk ke sejumlah pemukiman warga.

Ketinggian air memang belum sampai ke dalam rumah, namun sudah cukup mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Iyan (53), warga setempat, mengaku kondisi ini bukan pertama kalinya terjadi.

Menurutnya, setiap hujan deras kawasan tersebut hampir pasti tergenang air.

Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP Gallardo Valentino Mahasiswa Asal Landak Tewas Mengenaskan Usai Tergilas Truk

“Banjir nih, walau belum sampai masuk ke rumah. Tapi kalau sudah hujan deras, hampir pasti di sini tergenang. Dalam sebulan bisa sampai beberapa kali banjir,” ujarnya kepada tribunpontianak.co.id.

Lebih jauh, Iyan menilai penyebab utama banjir adalah buruknya sistem drainase yang dangkal dan jarang dikeruk.

“Harapan saya pemerintah lebih memperhatikan. Soalnya ini sudah langganan banjir. Drainase di sini perlu pengerukan lagi. Kalau tidak, setiap hujan deras pasti banjir,” tegasnya.

Selain saluran drainase yang tak memadai, rendahnya kontur tanah juga memperparah banjir.

Banyak warga akhirnya harus mengantisipasi dengan meninggikan bangunan rumah mereka.

Baca juga: SAMBAS GEGER! Bayi Perempuan Usia 1-3 Hari Dibuang di Rumah Kosong, Polisi Kejar Orangtua yang Tega

“Yang rendah itu arah ke blok S sampai depan sini (depan Rusunawa Untan). Kalau hujan deras, air cepat naik. Apalagi kalau aliran air tersumbat sampah, makin parah,” tambahnya.

Fenomena banjir di Kota Pontianak, khususnya di kawasan Sepakat 2, seakan menjadi bukti nyata lemahnya penanganan tata kota dan infrastruktur.

Kritik warga semakin tajam karena persoalan ini sudah bertahun-tahun dibiarkan tanpa solusi konkret.

Warga pun berharap pemerintah tidak sekadar memberikan janji, melainkan aksi nyata untuk memperbaiki drainase, mengeruk saluran air, serta merancang sistem pengendalian banjir yang lebih serius.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved